EmitenNews.com - PT Jababeka (KIJA) resmi mengamankan fasilitas pinjaman jangka panjang baru dari Bank Mandiri senilai jumbo dengan tenor hingga 15 tahun. Langkah ini menjadi bagian strategi agresif Perseroan dalam memperkuat struktur keuangan sekaligus melakukan refinancing utang global yang jatuh tempo pada 2027.

Manajemen KIJA mengungkapkan, fasilitas pembiayaan yang ditandatangani pada 13 Mei 2026 tersebut diberikan dalam mata uang Rupiah dengan bunga floating sebesar 7% per tahun.

Dana pinjaman akan digunakan terutama untuk refinancing Senior Notes Perseroan senilai USD185,856 juta yang akan jatuh tempo pada Desember 2027. Selain itu, KIJA juga memperoleh tambahan fasilitas term loan Rp70 miliar untuk kebutuhan umum korporasi.

Wakil Direktur Utama KIJA, Budianto Liman mengatakan, transaksi ini merupakan langkah strategis Perseroan dalam memperpanjang profil jatuh tempo utang dan memperkuat likuiditas di tengah volatilitas pasar utang global.

Menurutnya, penggunaan fasilitas berbasis Rupiah juga akan membantu menekan risiko fluktuasi nilai tukar dolar AS terhadap kinerja laba Perseroan.

“Di tengah volatilitas yang meningkat pada pasar utang internasional, kami meyakini fasilitas pembiayaan ini merupakan solusi pendanaan yang tepat dan prudent,” kata Budianto dalam keterangan resmi, Kamis (14/5/2026).

Sebagai bagian dari fasilitas tersebut, KIJA memberikan jaminan berupa sejumlah aset milik Perseroan dan entitas anak dengan nilai coverage mencapai 120% dari total pinjaman.

Perseroan menegaskan bahwa transaksi penjaminan tersebut bukan merupakan transaksi material sehingga tidak memerlukan persetujuan RUPS sesuai ketentuan OJK.

Manajemen KIJA menilai fasilitas baru ini memberi sejumlah manfaat strategis, mulai dari perpanjangan tenor utang hingga 15 tahun, refinancing Senior Notes lebih awal sebelum jatuh tempo, penguatan likuiditas, hingga pengurangan risiko refinancing di tengah kondisi pasar yang masih volatil.