BNBR Berbalik Rugi 502,38 Persen, Investor Kakap Kabur
:
0
Petugas kebersihan tampak menyisir area seputar Bakrie Tower. FOTO - Dok Bakrie Group
EmitenNews.com - Bakrie & Brothers (BNBR) per 30 Juni 2026 mengemas rugi Rp224,81 miliar. Berbalik bengkak 502,38 persen dari periode sama tahun lalu dengan tabulasi laba bersih Rp55,87 miliar. Menyusul hasil negatif itu, rugi per saham dasar dan dilusian emiten asuhan Bakrie Group tersebut menjadi Rp1,30 dari surplus Rp0,32.
Pendapatan bersih Rp2,59 triliun, melonjak 46,32 persen dari episode sama tahun sebelumnya Rp1,77 triliun. Beban pokok pendapatan Rp1,94 triliun, membengkak dari fase sama tahun 2025 senilai Rp1,38 triliun. Laba kotor Rp649,97 miliar, mengalami peningkatan secara signifikan dari Rp390,43 miliar.
Beban umum dan administrasi Rp142,66 miliar, bengkak dari Rp104,54 miliar. Beban karyawan Rp146,39 miliar, naik dari Rp138,67 miliar. Beban penjualan Rp59,37 miliar, susut dari Rp68,53 miliar. Total beban usaha Rp348,44 miliar, bertambah dari Rp311,74 miliar. Laba usaha Rp301,53 miliar, melejit dari Rp78,68 miliar.
Ekuitas Rp4,53 triliun, mengalami koreksi dari akhir tahun sebelumnya Rp4,67 triliun. Total liabilitas terakumulasi Rp19,75 triliun, bertambah bengkak dari akhir 2025 senilai Rp18,89 triliun. Jumlah aset tercatat Rp24,28 triliun, mengalami peningkatan dari akhir tahun lalu Rp23,56 triliun.
Perusahaan Kepulauan Marshall Cabut
Sebelumnya, Port Fraser International mengurangi timbunan saham BNBR. Itu ditunjukkan perusahaan berbasis di Kepulauan Marshall tersebut dengan melego 7 miliar eksemplar. Transaksi pengurangan saham emiten Bakrie Group tersebut telah ditahbiskan pada 21 Agustus 2026.
Transaksi tersebut dibidani oleh Ciptadana Sekuritas Asia. Sayangnya, transaksi divestasi tersebut tidak dilengkapi dengan data terperinci. Tujuan, nilai, dan latar dari aksi penjualan tersebut tidak diungkap dengan data jelas.
Namun, kalau menilik penutupan perdagangan saham BNBR edisi Jumat, 21 Agustus 2026 di level Rp103, maka transaksi Port Fraser bisa bernilai Rp721 miliar. Angka tersebut bersifat kalkulatif, dan berbau spekulatif sangat tidak bijak untuk dijadikan sandaran apalagi pijakan untuk investasi.
Lepas dari kalkalasi spekulatif tersebut, usai transaksi tersebut, timbunan saham BNBR dalam keranjang investasi Port Fraser tersisa 27,85 miliar eksemplar selevel 10,58 persen. Menciut sekitar 2,66 persen dari periode sebelum transaksi 34,85 miliar helai atau 13,24 persen.
Sandang Notasi G
Related News
Akhiri Semester I, Segini Performa Keuangan HELI
Paruh I 2026, Laba MBAP Melonjak 97,14 Persen
Biayai Akuisisi, KOTA Rancang Right Issue 100 Miliar Eksemplar
Nasib WIKA, Defisit Bengkak, Ekuitas Drop, Gagal Bayar, dan Saham Beku
Gencar Ekspansi, BACH Kantongi Laba Naik 25 Persen di Semester I 2026
Pendapatan Naik 44 Persen, CASH Justru Kemas Rugi, Ekuitas Negatif





