BOAT Bidik Asia Tenggara, Siapkan Ekspansi Armada dan Subsea
:
0
PT Newport Marine Services Tbk (BOAT)
EmitenNews.com - PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) menegaskan fokus ekspansi bisnis ke kawasan Asia Tenggara sebagai salah satu strategi utama pertumbuhan perseroan dalam beberapa tahun ke depan.
Selain memperluas wilayah operasional, emiten jasa pelayaran penunjang industri migas lepas pantai ini juga membuka peluang penambahan armada, pengembangan bisnis subsea, hingga kerja sama strategis di sektor drilling services.
Hal itu sejalan dengan kinerja operasional yang terus menguat. Sepanjang 2025, BOAT membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 54,55 persen dan laba bersih melonjak 73,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Utama BOAT, Sujaya Soekarno menjelaskan, kontribusi pertumbuhan tersebut berasal dari peningkatan aktivitas charter vessel, baik dari armada milik sendiri maupun kapal pihak ketiga.
"Faktor utama yang memberikan kontribusi terhadap pencapaian tersebut memang dari charter vessel, dari penyewaan kapal pihak ketiga, tapi untuk kapal kami sendiri juga tidak kalah pentingnya karena terdapat beberapa kontrak baru yang diperpanjang dan mengalami peningkatan daily charter rate," jelas Sujaya dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (18/6).
Ia juga menilai tren industri offshore masih menjanjikan. Berkurangnya pasokan kapal penunjang kegiatan offshore di tengah meningkatnya aktivitas drilling, construction, dan maintenance diklaim mampu mendorong kenaikan tarif sewa kapal dalam beberapa tahun mendatang.
"Untuk tahun 2026 ini, kami confident untuk terus ekspansi dan mencapai targetnya. Kalau melihat tren harga minyak dunia masih stabil di hampir 100 dolar AS atau bahkan bisa naik lagi, kita masih confident untuk semua kegiatan dan target kami tercapai," ujar Sujaya.
Sementara dari sisi ekspansi geografis, BOAT saat ini telah memperkuat kehadiran di sejumlah negara Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia, dan Myanmar. Bahkan, pendapatan dari kawasan tersebut disebut telah melampaui kontribusi pasar domestik.
"Untuk saat ini pendapatan kami di Asia Tenggara melebihi dari pendapatan kami di Indonesia. Untuk kegiatan oil and gas di Asia Tenggara terutama Myanmar, Thailand, Malaysia, kami memiliki beberapa kapal yang bekerja di luar negeri," ungkap Sujaya.
Sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang, BOAT juga tengah menyiapkan rencana ekspansi armada serta pengembangan bisnis baru melalui skema kemitraan strategis.
Related News
Tahir Jual MPRO saat Harga Anjlok Dua Digit Ytd, Untung apa Buntung?
Pacu Ekspansi Global dan Proyek Strategis, Bukaka (BUKK) Bidik Rp4,1T
Puradelta Lestari (DMAS) Bagikan Dividen, Catat Jadwalnya
Siapkan Rp12,6 Triliun, Pengendali Baru MAPI Buru Saham Publik
Aksi Pengendali MPRO Jual 6,5 Juta Lembar Saham Senilai Rp50 Miliar
Dividen Spesial CLPI Rp170,51/Saham, Yield Sentuh 10,15 Persen!





