EmitenNews.com - Perintis Properti (TRIN) per 30 Juni 2026 mengemas laba bersih Rp5,52 miliar. Meroket 387,5 persen dari episode sama tahun lalu minus Rp1,92 miliar. Menyusul hasil itu, laba per saham dasar emiten asuhan keponakan Prabowo yaitu Rahayu Saraswati tersebut menjadi Rp1,20 dari periode sebelumnya tekor Rp0,42.

Penjualan dan pendapatan Rp29,24 miliar, drop 83,1 persen dari fase sama tahun lalu Rp173,02 miliar. Beban pokok penjualan dan beban langsung Rp17,95 miliar, mengalami penyusutan dari posisi sama tahun sebelumnya Rp129,18 miliar. Laba kotor Rp11,29 miliar, menukik dari periode sama 2025 senilai Rp43,84 miliar.

Beban penjualan Rp1,61 miliar, susut dari Rp4,82 miliar. Beban umum dan administrasi Rp21,6 miliar, susut dari Rp27,58 miliar. Rugi operasional Rp11,92 miliar, boncos dari tahun sebelumnya dengan laba Rp11,43 miliar. Pendapatan bunga Rp380,11 juta, mengalami koreksi dari Rp476,29 juta.

Pendapatan lain-lain Rp16,81 miliar, melejit dari Rp4,07 miliar. Beban bunga dan keuangan Rp2,62 miliar, susut dari Rp4,16 miliar. Bagian atas laba bersih ventura bersama Rp320,55 juta, melesat dari minus Rp908,51 juta. Bagian rugi asosiasi pada entitas anak Rp628,06 juta, susut dari Rp1,43 miliar.

Tarian Saham Kontras

Laba bersih periode berjalan Rp2,34 miliar, anjlok 56 persen dari edisi sama tahun lalu Rp5,32 miliar. Jumlah ekuitas Rp537,14 miliar, melejit dari Rp495,21 miliar. Defisit Rp182,79 miliar, susut dari Rp188,31 miliar. Total liabilitas Rp1,59 triliun, berkurang dari akhir 2025 senilai Rp1,59 triliun. Jumlah aset Rp2,13 triliun, melonjak dari Rp2,09 triliun.

Di sisi lain, gerak saham TRIN kontra produktif dengan performa keuangan. Menyudahi perdagangan kemarin, saham TRIN hanya naik tipis 2 poin alias 0,64 persen menjadi Rp314. Dalam lima hari terakhir, emiten properti andalan Rahayu Saraswati tersebut anjlok 5,99 persen alias 20.

Parahnya, kalau dihitung sejak awal tahun alias year to date, saham TRIN drop 74,88 persen setara 936 persen dari edisi 2 Januari 2026 di posisi Rp1.250 per lembar. Dalam tempo 52 minggu, saham TRIN pernah menyundul posisi tertinggi Rp1.975, dan level terendah Rp82.

Pemegang Saham di Atas Satu Persen

Saham TRIN diperkuat dengan nilai kapitalisasi pasar Rp1,43 triliun, dan price earning rasio 109,04 kali. Berdasar data kepemilikan saham di atas 1 persen Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 31 Juli 2026, pemegang saham TRIN antara lain Kunci Daud Indonesia 1,63 miliar lembar setara 35,78 persen.