Bolde Indonesia Koleksi Lagi Saham MPXL Harga Pasar
Sejumlah angkutan milik MPXL.
EmitenNews.com - PT MPX Logistics International Tbk. (MPXL) menyampaikan bahwa PT Bolde Indonesia selaku pemegang saham telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 16 Oktober 2024.
James S. Chandra Direktur dan Corporate Secretary MPXL dalam keterangan tertulisnya Selasa (22/10)mengungkapkan bahwa PT Bolde Indonesia telah membeli sebanyak 500.000 lembar saham MPXL di harga Rp106 per saham.
Sebelumnya PT Bolde Indonesia juga pernah membeli sebanyak 500.000 lembar saham diharga Rp114 per saham pada tanggal 7 dan 8 Agustus 2024.
"Tujuan transaksi ini adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.
Pasca pembelian, maka kepemilikan saham PT Bolde Indonesia yang berbasis di Jalan Soekarno Hatta No 16, Kampung Baru Raya, Labuan Ratu, Bandar Lampung, Lampung tersebut pada saham MPXL bertambah menjadi 201,5 juta lembar saham setara dengan 10,075% dibandingkan sebelumnya 201 juta lembar saham setara dengan 10,05%.
Pada perdagangan hari ini Selasa (22/10) saham MPXL tidak tersentuh transaksi masih berada di level Rp105 per lembar saham.
PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) adalah penyedia jasa transportasi dan logistik, serta pemasok bahan konstruksi. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2008 di Lampung.
Pemegang saham MPXL per 30 Jun 2024
- Ye Hun Ki 440.000.000 (Saham) atau 22,00%.
- Wijaya Candera 401.460.200 (Saham) atau 20,07%.
- James Sigit Chandra 400.000.000 (Saham) atau 20,00%.
- Public 398.554.467 (Saham) atau19,93%.
- PT Bolde Indonesia 200.000.000 (Saham) atau 10,00%.
- PT Denka Lintas Indonesia 80.000.000 (Saham) atau 4,00%.
Related News
Emiten Nikel Grup Harita (NCKL) Ungkap Aksi Baru!
TOSK Serok Aset Rp67,2M Milik Dirut, Setara 41,8 Persen Ekuitas
Efisiensi & Lepas Lawson, Laba MIDI Terbang 62,43 Persen Jadi Rp772,5M
Ini 5 Masjid Ikonik Garapan WSKT, Siap Tampung 200.000 Jemaah Salat Id
BREN Catat Laba Bersih Meningkat 6,5 Persen di Sepanjang 2025
Akhiri 2025, Laba Grup Djarum (TOWR) Tembus Rp3,67 Triliun





