Sahamnya Masih Digembok, Fajar Surya Wisesa (FASW) Sasar Usaha Baru
:
0
Potret gedung milik PT Fajar Surya Wisesa (FASW). Foto: FASW
EmitenNews.com - PT Fajar Surya Wisesa (FASW), emiten yang bergerak di industri kertas dan papan kertas bergelombang, berencana melakukan ekspansi usaha.
Manajemen FASW menyebut ekspansi usaha itu menyasar kegiatan usaha di bidang bidang jasa konsultansi manajemen dan bisnis sebagai bentuk optimalisasi pemanfaatan sumber daya internal, khususnya kompetensi di bidang operasional, keuangan, hukum, dan sumber daya manusia yang telah berkembang seiring dengan kegiatan usaha Perseroan.
“Penambahan kegiatan usaha ini tidak ditujukan untuk ekspansi pasar secara luas, melainkan untuk mendukung kebutuhan anak perusahaan dan perusahaan afiliasi dalam satu kelompok usaha Perseroan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (5/5/2026).
Melalui aksi tersebut, FASW berharap mampu meningkatkan sinergi dan efisiensi operasional di tingkat geul serta memberikan nilai tambah melalui penyediaan layanan yang berbasis pada keahlian dan kompetensi.
Di samping itu, FASW menganggap kegiatan usaha ini juga memberikan peluang bagi Perseroan untuk memperoleh tambahan pendapatan, serta merupakan bagian dari upaya diversifikasi kegiatan usaha yang bersifat terbatas, terukur, dan selaras dengan strategi bisnis Perseroan.
“Penambahan kegiatan usaha ini juga dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, serta ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, penambahan kegiatan usaha KBLI 70202 (Aktivitas Konsultansi Manajemen dan Bisnis Industri) ini diharapkan dapat memperluas ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan, yang antara lain untuk menjalankan fungsi layanan pendukung secara lebih terintegrasi dan efisien,” tutur manajemen.
Bersamaan dengan informasi penambahan usaha, FASW menunjukkan komposisi kepemilikan saham per 31 Maret 2026.
Dari jumlah keseluruhan saham yang beredar sebanyak 5 miliar lembar saham, Siam Kraft Industry Company Limited tercatat sebagai pemegang saham terbesar dengan kepemilikan sebanyak 1.927.910.241 lembar saham atau setara 59,85 persen.
Di posisi kedua, SCGP Solutions (Singapore) Pte. Ltd. menguasai 1.286.163.358 lembar saham atau sebesar 39,93 persen. Sementara itu, kepemilikan publik dengan porsi di bawah 5 persen tercatat sebanyak 7.181.824 lembar saham atau setara 0,22 persen.
Adapun, secara keseluruhan, jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh mencapai 3.221.255.423 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp1,61 triliun atau 100 persen dari total kepemilikan.
Related News
Kinerja Kuartal I ATLA, Laba Tergerus Hingga 40 Persen
Dua Bos Besar Wilmar Cahaya (CEKA) Kompak Resign Usai Laba 2025 Jeblok
Emiten Prajogo (BRPT) Cetak Rekor, EBITDA Kuartal I Melejit 288 Persen
Saham 12 Kali ARA Beruntun dan 2 Saham FCA Ini Dikunci BEI, Ada Apa?
AEP Nusa Caplok 98,26 Persen Saham PNGO, Sinyal Backdoor Listing?
Laba CBDK Melesat, Capai 317 Persen Q1 2026





