IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

KB Bukopin
victoria sekuritas

Bos Bali United, Pieter Tanuri Diam-Diam Borong Saham Multistrada (MASA), Cek Detailnya

03/03/2022, 14:00 WIB

Bos Bali United, Pieter Tanuri Diam-Diam Borong Saham Multistrada (MASA), Cek Detailnya

EmitenNews.com - Pieter Tanuri diam-diam balik kucing. Itu ditunjukkan dengan membeli saham Multistrada Arah Sarana (MASA) senilai Rp916 juta. Transaksi bos Bali United tersebut telah dilakukan pada 22 Februari 2022 lalu.


Sebagai komisaris, Pieter Tanuri membeli saham Multistrada 200 ribu lembar dengan harga pelaksanaan Rp4.580 per saham. ”Transaksi untuk investasi dengan status kepemilikan saham secara langsung,” tutur Pieter Tanuri, Rabu (2/3).


Menyusul transaksi itu, Pieter Tanuri kini menggenggam saham Multistrada 200 ribu lembar atau 0,0022 persen dari sebelumnya nol persen. Sebelumnya, Pieter merupakan salah satu pengendali Multistrada. Sejak 2014, performa Multistrada memprihatinkan.


Tidak mau kondisi berlarut, pada 22 Januari 2019 lalu, Pieter bersama pemegang saham lain melepas 80 persen saham Multistrada senilai USD439 juta alias setara Rp6,2 triliun, kepada Compagnie Générale des Établissements Michelin, produsen ban asal Perancis.


Nah, pada produsen ban bermerk Achilles dan Corsa tersebut, Pieter tercatat memiliki kepemilikan 22,7 persen. Kalau dikalkulasi dari nilai transaksi itu, Pieter diperkirakan menyerok dana dari penjualan saham senilai Rp1,58 triliun. 


Berbekal dana taktis itu, Pieter Tanuri mengambil alih hak lisensi klub Persisam Putra Samarinda dari Harbiansyah Hanafiah. Kala itu, Persisam Putra Samarinda tengah mengalami kesulitan keuangan. Di bawah Pieter, markas klub dari Kalimantan dibooyong ke Bali, dan menyulap Persisam Putra Samarinda menjadi Bali United F.C. 


Selanjutnya, Pieter mendirikan PT Bali Bintang Sejahtera sebagai badan usaha, menaungi Bali United. Pada 2019, Bali Bintang Sejahtera resmi menjadi perusahaan terbuka dengan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Mengusung sandi BOLA, Bali Bintang Sejahtera resmi menjadi klub sepak bola perdana Asia Tenggara, dan kedua Asia sebagai perusahaan publik. (*)



Author: J S