Bos Bayan Resources (BYAN) Sebut Kehilangan USD260 Juta Dampak Larangan Ekspor Batu Bara
:
0
EmitenNews.com - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengaku anak usahanya, yakni PT Bara Tabang, PT Fajar Sakti Sakti Prima, PT Firman Ketaun Perkasa, PT Teguh Sinarabadi dan PT Wahana Baratama Mining kehilangan pendapatan sebesar USD260 juta akibat larangan ekspor batu bara selama satu bulan pertama tahun 2022
Direktur Utama BYAN, Dato Low Tuck Kwong yang juga sebagai pemilik memamparkan pihaknya tengah melakukan pembicaraan dengan pelanggan batu bara perseroan untuk melakukan penjadwalan ulang atas pengiriman batu bara yang tidak dapat dikirimkan selama bulan Januari 2022.
“Anak usaha kami telah mengeluarkan pemberitahuan tentang keadaan kahar kepada pembeli batu bara-nya pada tanggal 13 Januari 2022,” tulis Dato dalam keterangan resmi hari in Senin (17/1/2022).
Dijelaskan, larangan penjualan ekspor yang dilakukan oleh pemerintah tersebut disebabkan adanya laporan dari PT PLN perihal krisis pasokan batu bara untuk PLTU PLN dan IPP.
Sementara itu, jika dibandingkan dengan kuartal I 2021, emiten batu bara itu membukukan pendapatan sebesar USD501,03 juta. Dengan kehilangan pendapatan bulan Januari 2022 itu, setara 51,89 persen.
Related News
Penjualan Lesu, Laba Emiten Low Tuck Kwong (BYAN) Drop Dobel Digit
Rampungkan Proyek Jumbo, Emiten Semen BUMN Ini Siap Serbu Pasar Ekspor
Penjualan Terkoreksi, Laba GJTL Tetap Tumbuh 7,77 Persen di Q1-2026
Pengendali BMAS Fasilitasi Kredit Nyaris Rp5T, Telisik Realisasinya!
SILO Ngebut di Awal 2026, Laba Melonjak Hampir 15 Persen!
LABA Terus Jualan Saham KRYA, Nilainya Tembus Rp6,63M di April 2026





