Bos HGII Belum Berhenti Borong Saham di Bawah IPO, Ada Apa?
:
0
Manajemen HGII ketika mencatatkan sahamnya di BEI
EmitenNews.com - PT Hero Global Investment Tbk (HGII) menyampaikan bahwa Robin Sunyoto selaku Direktur Utama kembali menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 6 Maret hingga 11 Maret 2025.
Hugo Feber Parluhutan Silalahi Direktur HGII dalam keterangan tertulisnya Kamis (13/3) mengungkapkan bahwa Robin Sunyoto telah membeli saham HGII sebanyak 550.000 lembar saham diharga Rp166-Rp179 per saham.
Sebelumnya, Robin Sunyoto juga pernah membeli saham HGII sebanyak 1.065.000 lembar saham diharga Rp173-Rp179 per saham pada tanggal 28 Februari hingga 5 Maret 2025.
Sebelumnya lagi Robin Sunyoto kembali menambah porsi kepemilikan sahamnya sebanyak 815.000 lembar saham diharga Rp182-Rp191 per saham. pada tanggal 25 Februari hingga 27 Februari 2025.
Sebelumnya lagi, Robin Sunyoto juga pernah membeli saham HGII sebanyak 300.000 lembar saham diharga Rp195 per saham pada tanggal 19 Februari 2025.
"Tujuan dari transaksi ini adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung," tuturnya.
Pasca transaksi ini Robin Sunyoto yang berdomisili Jl. Setiabudi Tengah No. 22 Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan tersebut pada saham HGII bertambah menjadi 4,93 juta lembar saham atau setara dengan 0,075%, dibandingkan dengan sebelumnya sebanyak 2.200.000 lembar saham setara dengan 0,033%.
Pada perdagangan hari ini Kamis (13/3) saham HGII naik Rp1 atau menguat 1 % menjadi Rp175 per lembar saham.
PT Hero Global Investment Tbk (HGII), emiten sektor energi baru terbarukan (EBT) resmi mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Kamis (9/1/2025). Emiten EBT ini menetapkan harga IPO sebesar Rp200 per saham.
Related News
TALF Salurkan Dividen Mini, Cum Date 1 Juli 2026
Gelar RUPS, MNC Energy (IATA) Ubah Jajaran Komisaris dan Direksi
Umumkan DHB 5.0, Apresiasi Tinggi untuk Nasabah Setia Danamon (BDMN)
SMDR Bagi Dividen Final Rp155,6 Miliar Senilai Rp9,5 per Saham
KOTA Garap Rest Area Rp300M di JORR 2, Perkuat Mesin Recurring Income
Saham Publik Cuma 0,22 Persen, FASW Cari Jalan Keluar Suspensi BEI





