EmitenNews.com - Proyek superblok Pakuwon Nusantara yang sempat menandai optimisme awal pembangunan ibu kota baru IKN melalui groundbreaking bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada November 2023 kini memasuki fase wait and see. Pemilik proyek, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) memutuskan menyesuaikan jadwal pembangunan sembari menunggu terbentuknya pasar dari proses relokasi ASN ke ibu kota baru.

Manajemen PWON dalam laporan hasil public expose, Rabu (17/6/2026) mengakui, pembangunan proyek superblok senilai Rp5 triliun di Ibu Kota Nusantara (IKN) masih berada pada tahap awal dan mengalami penyesuaian waktu pelaksanaan. Emiten properti milik keluarga Tedja itu memilih bersikap lebih hati-hati sembari menunggu kepastian proses perpindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke IKN.

Manajemen PWON menjelaskan, jumlah ASN yang nantinya ditempatkan di IKN akan menjadi faktor utama dalam menentukan laju pengembangan proyek yang dilakukan perseroan.

"Proses pembangunan akan diselaraskan dengan tahapan pemindahan ASN, mengingat Perseroan dalam mengembangkan properti senantiasa memperhatikan potensi pasar yang terbentuk dari jumlah ASN yang ada," jelas manajemen saat menjawab pertanyaan salah satu peserta public expose perusahaan di Surabaya, Kamis pekan lalu.

Selain faktor permintaan pasar, PWON juga menghadapi kenaikan biaya konstruksi yang cukup signifikan. Perseroan menyebut biaya pembangunan saat ini meningkat sekitar 30% akibat pelemahan nilai tukar dolar AS yang berdampak terhadap harga material.

Kondisi tersebut membuat PWON memilih strategi wait and see sebelum mengakselerasi pembangunan proyek di ibu kota baru.

Sebagai informasi, PWON memulai pembangunan proyek superblok bertajuk Pakuwon Nusantara melalui seremoni groundbreaking yang dipimpin Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada 1 November 2023.

Proyek tersebut berdiri di atas lahan seluas 7,2 hektare di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), tepat di depan kawasan Titik Nol IKN.

Pakuwon Nusantara dirancang menjadi kawasan superblok terpadu yang mencakup pusat perbelanjaan, kondominium, tiga hotel, dan ballroom. Perseroan juga menggandeng Marriott International

Proyek ini dikembangkan melalui anak usaha PWON, yakni PT Pakuwon Nusantara Abadi yang dimiliki hampir sepenuhnya oleh perseroan. Meski telah berdiri sejak Oktober 2023, entitas tersebut hingga kini masih tercatat belum beroperasi.