EmitenNews.com - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) akan mengebut penyelesaian proyek-proyek pertumbuhan sesuai jadwal, dalam anggaran, dan sejalan dengan lingkup yang disetujui.
Presiden Direktur INCO, Febriany Eddy merinci, proyek Bahodopi dan Sambalagi yang dikenal sebagai proyek Morowali telah mendapatkan AMDAL baru untuk area tambang di Bahodopi dan juga kawasan industri Sambalagi.
“Laju pembebasan lahan untuk area pertambangan telah meningkat pesat sehingga memungkinkan kami mencapai kemajuan yang berarti dalam pembangunan pertambangan, dan kini tengah melanjutkan pembangunan pelabuhan untuk pengangkutan bijih,” papar dia dalam keterangan resmi, Senin (12/2/2024).
Ia melanjutkan, pekerjaan awal pembangunan pabrik di Sambalagi telah berjalan dengan baik, dan sedang melanjutkan proses kontrak EPC untuk pembangunan pabrik dan infrastruktur pendukungnya.
Untuk proyek Pomalaa, ia bilang, perseroan terus membuat kemajuan pada pekerjaan konstruksi awal tambang, sambil menyelesaikan proses tender EPC untuk pembangunan tambang di Pomalaa.
“Pasca penandatanganan perjanjian tiga pihak antara PT Vale, Huayou, dan Ford yang disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada awal tahun lalu, dengan gembira kami menginformasikan bahwa Ford telah resmi bergabung menjadi pemegang saham PT Kolaka Nickel Indonesia (PT KNI),“ terang dia.
Ia menambahkan, perusahaan patungan tersebut didirikan untuk membangun dan mengoperasikan pabrik HPAL di Pomalaa.
Related News
BIPI Berbalik Laba 144,84 Persen, Saham Meledak Sejak Awal 2026
Keuangan WIKA Kembang Kempis, Bagaimana Nasib Investor Ritel?
Emiten Ponakan Prabowo (TRIN) Raup Laba 387,5 Persen, Liukan Sahamnya?
Lepas dari Hary Tanoe, Ledakan Saham IATA Tidak Terbendung
Strategi PGE (PGEO), Dorong Peningkatan Produksi Listrik
Setelah J&T Cargo, Argo Pantes Amankan Kontrak Baru Rp48M Omya Group





