EmitenNews.com - Waskita Karya (WSKT) per 31 Maret 2026 bergelimang rugi Rp678,03 miliar. Menciut 45,58 persen dari periode sama tahun lalu dengan tabulasi minus Rp1,24 triliun. Oleh sebab itu, rugi per saham dasar terpangkas separuh menjadi Rp23,54 dari sebelumnya Rp43,26. 

Pendapatan usaha Rp2,09 triliun, melejit 54,81 persen dari posisi sama tahun lalu Rp1,35 triliun. Beban pokok pendapatan terkumpul Rp1,92 triliun, mengalami peningkatan dari fase sama tahun sebelumnya Rp1,09 triliun. Laba kotor terkumpul sebesar Rp175,06 miliar, mengalami penyusutan dari episode sama tahun lalu Rp255,29 miliar. 

Beban penjualan Rp28,77 miliar, berkurang dari Rp33,64 miliar. Beban umum dan administrasi Rp368,64 miliar, ciut dari Rp371,88 miliar. Beban non-ontributin plant Rp2,35 miliar, turun dari Rp18,74 miliar. Beban pajak final Rp35,02 miliar, bengkak dari Rp21,55 miliar. Pendapatan bunga Rp87,62 miliar, susut dari Rp142,4 miliar. 

Keuntungan selisih kurs Rp7,17 miliar, berkurang dari Rp10,69 miliar. Beban keuangan Rp895,27 miliar, susut dari Rp901,74 miliar. Bagian rugi bersih entitas asosiasi dan ventura bersama Rp126,02 miliar, bengkak dari Rp122,96 miliar. Beban pajak Rp3,53 miliar, turun dari Rp4,4 miliar. Rugi periode berjalan Rp778,85 miliar, terpangkas dari Rp1,36 triliun. 

Jumlah ekuitas Rp2,94 triliun, anjlok dari akhir 2025 senilai Rp3,67 triliun. Defisit Rp20,89 triliun, bengkak dari Rp20,22 triliun. Liabilitas Rp65,95 triliun, berkurang dari akhir tahun sebelumnya Rp67,06 triliun. Total aset Rp68,89 triliun, turun dari akhir tahun lalu Rp70,73 triliun. (*)