Bagi Dividen, MKTR Optimistis Raup Pendapatan Rp1,39 Triliun
:
0
Pengurus MKTR kala memutuskan sejumlah agenda dalam RUPS Tahunan tahun buku 2025 di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Menthobi Karyatama Raya (MKTR) mencatat kenaikan produksi, dan penjualan sepanjang kuartal I 2026. Dengan menerapkan best practices agriculture dan semangat keberlanjutan (sustainability), MKTR optimistis industri perkebunan kelapa sawit nasional akan tetap tumbuh positif sepanjang tahun ini.
Produksi minyak kelapa sawit mentah alias Crude Palm Oil (CPO) MKTR tumbuh 15,30 persen triwulan I 2026 menjadi 18.588 ton dibanding periode sama tahun lalu 16.121 ton. Peningkatan juga terjadi pada produksi inti kelapa sawit atau Palm Kernel (PK) sebesar 13,10 persen diikuti kenaikan Crude Palm Kernel Oil (CPKO) menjadi 1.619 ton dibanding 1.536 ton, Palm Kernel Oil (PKO) tumbuh menjadi 1.897 ton dari 1.746 ton.
Seiring situasi itu, pada kuartal I 2026, MKTR mencatat pertumbuhan pendapatan 20,25 persen menjadi Rp322,801 miliar dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp267,674 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan meningkat 35,6 persen menjadi Rp15,018 miliar dibanding edisi sama tahun lalu Rp11,069 miliar sehingga mencatatkan kenaikan laba bersih 40,88 persen menjadi Rp8,733 miliar pada triwulan I 2026 dibanding fase sama tahun lalu Rp6,199 miliar.
”Kami optimistis industri kelapa sawit nasional akan melanjutkan pertumbuhan positif sepanjang 2026. MKTR akan tetap fokus pada strategi telah ditetapkan mulai optimalisasi aset, dan peningkatan kapasitas produksi hingga penciptaan nilai tambah melalui berbagai inovasi berbasis green industry,” tutur Wawan Sulistyawan, Direktur Keuangan & Investasi MKTR, dalam Public Expose MKTR 2026.
Meski begitu, MKTR tetap menjalankan mitigasi risiko atas berbagai potensi tantangan industri tahun ini. Antara lain, gejolak perekonomian akibat dinamika geopolitik global, faktor iklim dan cuaca dengan kemungkinan terjadinya El Nino mulai awal semester kedua, dan tantangan teknis lainnya. Sepanjang 2026, MKTR mematok mengolah Tandan Buah Segar (TBS) 336.400 ton dengan produksi CPO 73.292 ton. Adapun Palm Kernel diproyeksi 15.031 ton. Sepanjang 2026, penjualan MKTR diperkirakan mencapai Rp1,39 triliun.
Sebagai bagian dari inovasi berbasis ramah lingkungan, MKTR telah menghasilkan produk ramah lingkungan diolah dari tankos menghasilkan pupuk organik dengan merek dagang GreenGrow. Sebagai pionir pupuk organik berbahan baku produk samping kelapa sawit, MKTR akan terus meningkatkan kualitas, dan produktivitas GreenGrow dapat mendukung ketahanan pangan nasional.
Putuskan Pembagian Dividen
MKTR memutuskan pembagian dividen tunai senilai Rp22,5 miliar. Alokasi dividen itu, diambil sekitar 40,84 persen dari tabulasi laba bersih tahun buku 2025. Dengan demikian, para investor akan mendapat suntikan divviden Rp1,86 per lembar.
Keputusan pembagian diiden itu, telah ditahbiskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUSPT) tahun buku 2025 pada Rabu, 10 Juni 2026. Selain untuk dividen, RUPS Tahunan MKTR 2025 juga menyepakati 20 persen dari total laba bersih atau senilai Rp11,018 miliar ditetapkan sebagai cadangan wajib, dan sebesar 39,16 persen atau setara Rp21,572 miliar sebagai cadangan lainnya.
”Kami mengucapkan terima kasih, apresiasi tinggi kepada seluruh pemegang saham, pemangku kepentingan yang telah mendukung, dan memberi kepercayaan sepanjang 2025. Manajemen MKTR berkomitmen memberi nilai tambah secara berkelanjutan,” tegas Bambang Laksanawan, Direktur Komoditas & Pengembangan Bisnis MKTR.
Related News
IHSG Naik Lagi ke Level 5.902, DSSA dan BRPT Dongkrak Penguatan
Menanti Titah Merger oleh Danantara, WTON Tahan Proyeksi Laba 2026
Kucurkan Rp4,19 Miliar, Pengendali HRTA Borong 2 Juta Saham Usai RUPST
DSNG Pastikan Tebar Dividen, Nilainya Rp47 per Saham
Raffi Ahmad-Nagita Resmi Kuasai VISI, Tebus 61,85 Persen Saham Rp178M
Indosat (ISAT) Gandeng Nokia, Fokus Upgrade Jaringan 5G dan Layanan AI





