EmitenNews - PT Borneo Olah Sarana Sukses, Tbk (BOSS) berharap bisa meningkatkan produksi batubaranya pada tahun 2018 sebesar dua kali lipat. Tahun lalu, BOSS membukukan volume produksi sebesar 500.000 metrik ton. Per September 2017 lalu, BOSS meraih penjualan sebesar Rp 120,6 miliar. Sementara laba bersih mencapai Rp 20,8 miliar. “Perseroan berencana akan memanfaatkan dana IPO untuk membiayai pembangunan infrastruktur pengangkutan batubara dan fasilitas pemuatan batubara. Dana akan dimasukkan dalam belanja modal Perseroan tahun ini mencapai US$ 16 juta,” kata Widodo, kata Direktur BOSS, Widodo Nurly Sumady, dalam rilisnya di Jakarta Kamis (15/02/2018). Presiden Direktur PT Borneo Olah Sarana Sukses, Tbk (BOSS), Freddy Tedjasasmita mengatakan, BOSS adalah perusahaan yang bergerak di bidang tambang batu bara yang memiliki keunikan khusus, yaitu batubara berkualitas High Grade dengan kalori tinggi serta tingkat abu (ash) dan belerang (sulfur) yang sangat rendah sehingga lebih ramah lingkungan. Keunikan ini membuat batubara kami bisa mensuplai pembangkit listrik di Jepang dan negara lain dengan harga jual yang lebih tinggi dari patokan harga acuan Newcastle Australia. Langkah perseroan untuk melakukan IPO di tahun ini merupakan bagian dari visi dan misi perusahaan untuk menjadi produsen batubara yang mampu memenuhi tuntutan pelanggan yang tinggi di seluruh dunia akan batubara premium yang berkualitas tinggi (high grade) agar lebih ramah lingkungan saat digunakan sebagai pembangkit listrik.
Related News
Black Week: Titik Balik Integritas vs. Krisis Kepercayaan pada Bursa
Apakah Lonjakan Laba EMTK Cerminan Fundamental atau Anomali?
Divergensi Valuasi COIN, Mengapa Pasar Menilai Berbeda dari Proyeksi?
Transformasi AZKO dan NEKA dalam Mengonversi Valuasi ACES di 2026
Perisai Astra vs. Badai MSCI, Masihkah Risiko Likuiditas HEAL Relevan?
Hilirisasi AMMN Transformasi Strategis atau Risiko Sistemik Nyata?





