BPD Bali Catat Laba Bersih Rp1,1 Triliun, Bagikan Dividen Rp878 Miliar
PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali mencatat laba bersih pada 2025 menembus Rp1,1 triliun. Keuntungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Bali itu, melonjak 25,39 persen dibandingkan realisasi 2024 mencapai Rp878,4 miliar. Dok. BPD Bali.
EmitenNews.com - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali mencatat laba bersih pada 2025 menembus Rp1,1 triliun. Keuntungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Bali itu, melonjak 25,39 persen dibandingkan realisasi 2024 mencapai Rp878,4 miliar.
“Kenaikan laba itu bersumber dari pertumbuhan kredit sebesar 9,51 persen,” kata Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma di sela-sela Financial Review 2025 di Denpasar, Bali, Selasa (3/2/2026).
Dengan realisasi laba bersih itu, Bank Bali telah membagikan dividen Rp826 miliar. Dana sebesar itu masuk kas daerah, untuk pemegang saham, yaitu pemerintah daerah di Pulau Dewata tersebut. Dananya untuk kepentingan pembangunan dan rakyat.
Pembagian dividen itu diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang diselenggarakan Selasa.
Sudharma menambahkan dalam RUPS itu, pemegang saham juga telah menyetujui laporan tahunan tahun buku 2025, laporan keuangan dan laporan tugas pengawasan dewan komisaris.
Keuntungan bersih itu, juga berasal dari kontribusi pendapatan nonkredit. Di antaranya pendapatan selain bunga (fee base income) hingga efisiensi biaya bunga dan dana pihak ketiga (DPK).
Realisasi kredit selama 2025 mencapai Rp25 triliun, sebanyak Rp12,7 triliun. Kredit di antaranya disalurkan untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan didukung penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp1,76 triliun.
“Komposisi kredit produktif Januari-Desember 2025 itu 60,04 persen adalah kredit produktif, sisanya 39,96 persen adalah konsumtif,” urai Nyiman Sudharma.
Sedangkan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di bank pelat merah itu juga tergolong minim yakni mencapai 0,80 persen pada 2025.
Untuk dana pihak ketiga (DPK) yang dikumpulkan mencapai Rp33,8 triliun, dengan rasio sebesar 69,09 persen merupakan dana murah (CASA).
Dengan posisi itu, bank BUMD Bali itu tergolong sehat, didukung total aset naik 8,01 persen secara tahunan mencapai Rp41,38 triliun, rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 29,30 persen.
Lalu, rasio biaya operasional (BOPO) yang dapat ditekan menjadi 62,42 persen dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 66,85 persen.
Selama Tahun Buku 2025, pihaknya mendapatkan setoran modal sebesar Rp473 miliar sehingga modal setor hingga 31 Desember 2025 mencapai total Rp2,88 triliun dengan modal inti sebesar Rp5,39 triliun. ***
Related News
Menkeu Purbaya Terima Laporan Januari 2026 Pajak Tumbuh 30 Persen
Nilai Tukar Rupiah Pagi Ini Menguat Terhadap Dolar AS
Harga Emas Antam Balik Anjlok Rp183.000 Per Gram
IHK Januari 2026 Terjadi Deflasi 0,15 Persen
BI: Surplus Neraca Perdagangan Topang Ketahanan Eksternal Ekonomi
Prabowo: Mimpi Kita Bukan Jadi High Income Country





