EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeliminasi lima saham dari LQ45. Yaitu, Barito Energy (BREN), Ciputra (CTRA), Dian Swastatika (DSSA), RS Hermina (HEAL), dan  Trimegah Persada (NCKL). Posisi tersebut kemudian, diisi lima emiten penghuni baru.

Kelima saham pendatang anyar tersebut yaitu Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), Darma Henwa (DEWA), ESSA Industries Indonesia (ESSA), Hartadinata Abadi (HRTA), dan Solusi Sinergi Digital (WIFI). Di samping itu, BREN, DSSA, NCKL, Bank BTPN Syariah (BTPS), dan Dayamitra Telekomunikasi (MTEL) terlempar dari indeks IDX80.

Pendatang baru IDX80 yaitu Sentul City (BKSL), Bangun Kosambi (CBDK), Darma Henwa (DEWA), Gudang Garam (GGRM), dan Chandra Asri (TPIA). Selain itu, saham Indosat (ISAT) keluar dari indeks IDX30. Kemudian, posisi yang ditinggelkan ISAT diganti Alamtri Minerals Indonesia (ADMR). 

Manarik dicermati, kala BREN terdepak dari LQ45, posisinya ditempati oleh CUAN. Begitu pun, ketika emiten Prajogo Pangestu tersebut tergusur dari IDX80, kursi panas BREN langsung di isi TPIA. Beda dengan emiten Grup Sinarmas, DSSA. Kursi empuk DSSA di LQ45, dan IDX80 direbut saham lain alias tanpa back-up emiten Grup Sinarmas lainnya.

Itu hasil kocok ulang terhadap sejumlah indeks utama, dan berlaku periode 4 Mei 2026 hingga 31 Juli 2026. Evaluasi mayor terhadap saham-saham konstituen ID30, LQ45, ID80, Bisnis-27, MNC36, SMinfra18, dan IDXESGL, serta minor untuk Kompas100. (*)