BSDE Puasa Dividen, Laba Jumbo Perkuat Struktur Modal
:
0
Salah satu properti milik perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Bumi Serpong Damai (BSDE) memutuskan puasa dividen. Laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp2,55 triliun dialokasikan untuk dana cadangan Rp2 miliar, dan sisanya sebesar Rp2,54 triliun dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat modal kerja, dan mendukung pengembangan usaha BSDE.
“Kami terus melihat berbagai peluang pertumbuhan menjanjikansektor properti nasional. Oleh karena itu, kami memandang penguatan struktur permodalan melalui pencatatan sebagian besar laba bersih sebagai laba ditahan merupakan langkah strategis untuk mendukung pengembangan proyek-proyek baru, memperkuat land bank, dan menjaga fleksibilitas keuangan BSDE dalam menangkap peluang usaha yang dapat menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemegang saham,” papar Hermawan Wijaya, Direktur BSDE.
Sepanjag 2025, BSDE membukukan prapenjualan (marketing sales) Rp10,04 triliun, melampaui target sebesar Rp10 triliun atau meningkat 3 persen secara tahunan (year-on-year) dibanding periode sama tahun 2024 tercatat Rp9,72 triliun. Kontributor utama marketing sales dari segmen residensial, khususnya produk rumah tapak kawasan BSD City, dan proyek-proyek township lainnya.
Pendapatan usaha tercatat Rp12,79 triliun, dan laba bersih dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp2,55 triliun. Nah, dari sisi neraca, jumlah aset meningkat 4,27 persen menjadi Rp79,27 triliun dibanding akhir 2024 senilai Rp76,02 triliun. Total ekuitas naik 11,31 persen menjadi Rp52,67 triliun, lalu posisi kas dan setara kas Rp10,28 triliun.
BSDE mempertahankan struktur permodalan sehat dengan rasio utang bersih terhadap ekuitas 8,68 persen, memberi landasan kuat untuk mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan. Memasuki 2026, BSDE memandang prospek industri properti nasional tetap positif seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia, didukung kebutuhan hunian terus meningkat, dan pengembangan infrastruktur nasional.
BSDE mematok prapenjualan Rp10 triliun pada 2026 dengan tetap menjadikan pengembangan segmen residensial sebagai fokus utama, didukung ortofolio usaha terdiversifikasi, sumber pendapatan berulang kuat, dan struktur keuangan sehat. Segmen residensial diproyeksi menjadi penggerak utama target prapenjualan Rp5 triliun atau setara 50 persen dari target prapenjualan 2026.
Diikuti masing-masing segmen komersial Rp3,50 triliun atau setara 35 persen, dan lain-lain Rp1,50 triliun atau setara 15 persen dari target prapenjualan 2026. “Didukung posisi keuangan solid, portofolio aset berkualitas, dan land bank strategis, kami berada dalam posisi baik untuk melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan. Kami akan terus menjalankan strategi bisnis secara disiplin, dan adaptif guna memanfaatkan peluang muncul sekaligus memberi nilai tambah optimal bagi para pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan,” ucap Hermawan.
Di sisi lain, pemegang saham menyetujui pengunduran diri Muktar Widjaja dari posisi presiden komisaris, dan Michael J.P. Widjaja dari wakil presiden direktur. Lalu, menyetujui pengangkatan anggota dewan komisaris baru. Dengan demikian, susunan anggota direksi dan dewan komisaris BSDE sebagai berikut. Direksi terdiri dari presiden direktur Franciscus Xaverius R.D, Direktur Lie Jani Harjanto, Direktur Syukur Lawigena, Direktur Hermawan Wijaya, Direktur Liauw, Herry Hendarta, Direktur Monik William, dan Direktur Ir. Siswanto Adisaputro.
Dewan Komisaris meliputi Presiden Komisaris Teky Mailoa, Komisaris Hongky J Nantung, Komisaris Independen Prof. DR. Teddy Pawitra, Komisaris Independen Prof.DR. Susiyati B Hirawan, dan Komisaris Independen Irhoan Tanudiredja. (*)
Related News
JELI dan PRDL Umumkan IPO, 1 Lagi Calon Misterius Siap Susul Melantai!
Bank Mandiri (BMRI) Gelar Program Sahabat Desa di Sepanjang Rute MJM
Dua IPO Baru: PRDL & JELI Diboyong Tunggal Underwriter Sucor (AZ)
Elnusa (ELSA) Perkuat Ketahanan Energi Lewat Proyek Kandawulo
Siapkan Ekspansi Besar, ASHA Bidik Pasar Afrika dan Asia
Bebas dari FCA Akibat Free Float, 2 Saham Lanjut Melenting!





