EmitenNews.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI resmi membuka tiga layanan transaksi keuangan sekaligus di sejumlah lembaga negara, yakni bank penyalur gaji, bank persepsi dan bank pengelola rekening khusus Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).


"Kami siap memfasilitasi para ASN, prajurit TNI dan anggota Polri. Dukungan juga kami hadirkan dalam memfasilitasi kementerian dan lembaga negara melalui layanan e-channel BSI untuk menerima pembayaran modul penerimaan negara dan pendapatan negara bukan pajak serta layanan pengelolaan SBSN sesuai syariah," kata Direktur Utama BSI Hery Gunardi yang dikutip dari keterangan resmi BSI di Jakarta, Selasa.


Hery menjelaskan BSI akan menjadi bank penyalur gaji (payroll) bagi lebih dari dari 160 ribu aparatur sipil negara (ASN), prajurit TNI, dan personel Polri di seluruh Indonesia. Besaran anggaran negara untuk gaji ASN, TNI dan Polri yang disalurkan BSI per bulannya mencapai lebih dari Rp 600 miliar.


"BSI terus meningkatkan sinergi, siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memacu layanan transaksi keuangan syariah di lingkungan lembaga negara dan berperan aktif mendukung pembangunan ekonomi," kata Hery.


Pada 2022, BSI juga memiliki target tambahan sebagai bank penyalur gaji bagi lebih dari 100 ribu ASN, prajurit TNI dan anggota Polri.


Sebagai bank persepsi pada penerimaan negara secara elektronik, BSI menjanjikan dapat melayani pembayaran penerimaan negara secara cepat, transparan dan efektif.


Dengan adanya layanan ini, nasabah BSI dapat membayar pajak melalui berbagai kanal pembayaran yaitu BSI Mobile, CMS, BSI Net dan Teller.


Selain memfasilitasi untuk pembayaran gaji dan penerimaan negara, kata Hery, BSI juga menjadi salah satu agen penjual SBSN. Sebagai mitra strategis Kemenkeu, BSI meningkatkan perannya dalam hal pengelolaan rekening khusus (reksus) SBSN meliputi layanan pengelolaan kas dan penyampaian laporan rekening khusus SBSN.


"Dengan adanya kerjasama ini diharapkan pengelolaan rekening khusus SBSN memenuhi unsur syariah dan memberikan kontribusi bagi penyaluran APBN untuk membiayai proyek pemerintah secara optimal, efektif dan efisien," ujar Hery.