EmitenNews.com - Segar Kumala Indonesia (BUAH) memutuskan pembagian dividen Rp50 miliar. Alokasi dividen itu, diambil sekitar 99,29 persen dari torehan laba bersih tahun buku 2025 sejumlah Rp50,36 miliar. Menyusul kebijakan itu, para investor akan mendapat santunan dividen Rp25 per eksemplar.

Perlu dicatat, guyuran dividen tersebut sudah mengalkulasi pencairan Rp25 miliar atau setara Rp12,5 per saham sebagai dividen interim pada 25 November 2025. So, BUAH tinggal menggulirkan dividen final Rp25 miliar selevel Rp12,5 per lembar. Berdasar penutupan saham edisi Jumat, 29 Mei 2026 di Rp515, dividen yield BUAH sekitar 4,85 persen. 

Jadwal Dividen

Selanjutnya, sisa 0,71 persen alias Rp360,67 juta dari laba bersih dibukukan sebagai laba ditahan. Rencana pembagian dividen periode tahun buku 2025 sesuai hasil rapat umum pemegang saham tahunan pada 26 Mei 2026 dengan rincian jadwal sebagai berikut. Cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 8 Juni 2026.

Ex dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 9 Juni 2026. Cum dividen pasar tunai pada 10 Juni 2026. Ex dividen pasar tunai pada 11 Juni 2026. Daftar pemegang saham berhak dividen alias recording date pada 10 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran dividen pada 26 Juni 2026.

Kebijakan pembagian dividen itu, berdasar data keuangan per 31 Desember 2025. Ya, sepanjang 2025, BUAH mengemas laba bersih Rp50,36 miliar. Saldo laba ditahan dengan alokasi penggunaan tidak dibatasi senilai Rp75,22 miliar. Dan, total ekuitas Rp199,07 miliar.

Geber Ekspansi

Direktur Utama BUAH Renny Lauren mengklaim pertumbuhan kinerja sepanjang 2025 ditopang lonjakan penjualan segmen buah-buahan, dan ayam beku. Itu seiring ekspansi distribusi, dan penguatan penetrasi pasar berbagai daerah. Tahun lalu, BUAH mencatat pendapatan Rp3,27 triliun atau melonjak 47,7 persen secara tahunan.

Laba bersih juga meningkat 42,7 persen menjadi Rp50,4 miliar. Kontribusi penjualan masih didominasi Pulau Jawa Rp2,1 triliun, namun perseroan terus memperluas jaringan luar Jawa. Akhir 2025, BUAH telah memiliki 18 cabang distribusi. Sepanjang 2025, BBUAH membuka cabang baru di Jayapura, dan Ternate.

Selanjutnya, pada 2026 ekspansi melalui pembukaan cabang di Lampung, dan pembangunan cabang baru di Gorontalo. “Meski begitu, kami tegaskan strategi ekspansi dieksekusi dengan prinsip kehati-hatian dengan sangat ketat. Pembukaan cabang baru tidak dilakukan secara agresif tanpa perhitungan,” papar Renny.