EmitenNews.com - Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE), emiten pengembang properti terpadu di bawah bendera TANRISE terus memperkuat strategi pengembangan bisnis hospitality premium. Itu dilakukan melalui pembangunan proyek resort eksklusif Vasa Ubud, Bali. Proyek itu, menjadi langkah strategis dalam memperluas portofolio properti bernilai tambah tinggi sekaligus memperkuat posisi RISE di segmen pariwisata, dan akomodasi premium Indonesia.

RISE secara resmi memulai pembangunan (groundbreaking) Vasa Ubud, dirancang sebagai salah satu proyek hospitality unggulan dengan standar internasional. Mengusung visi untuk menghadirkan brand hospitality premium asal Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global, Vasa Ubud menjadi salah satu langkah strategis dalam memperluas sumber pertumbuhan bisnis sekaligus meningkatkan kontribusi segmen hospitality terhadap kinerja RISE ke depan.

Dengan total nilai investasi mencapai Rp1 triliun, proyek dikembangkan di atas lahan seluas sekitar 7,39 hektare berlokasi di kawasan premium Ubud dan berbatasan langsung dengan lanskap alami Sungai Ayung. Pembangunan Vasa Ubud ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 30 bulan. Pengembangan Vasa Ubud mengedepankan kualitas, pengalaman pelanggan, dan prinsip pembangunan berkelanjutan.

“Vasa Ubud merupakan bagian dari komitmen RISE untuk terus mengembangkan portofolio properti premium dengan standar internasional. Kami melihat potensi sektor pariwisata Indonesia, khususnya Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia, masih memiliki peluang pertumbuhan sangat besar,” tegas Budi Agusti, Presiden Direktur Jaya Sukses Makmur Sentosa.

Penyatuan Kemewahan Kontemporer dan Kosmologi Bali

Dengan konsep low-density luxury resort, Vasa Ubud dirancang untuk memberikan pengalaman menginap eksklusif dengan tingkat privasi tinggi. Resort itu, akan menghadirkan 41 unit private luxury villas, dan 128 kamar hotel bergaya sanctuary dengan luas kamar mulai dari 48 meter persegi, menawarkan ruang lebih luas dibandingkan standar akomodasi premium pada umumnya.

Secara narasi arsitektur, properti ini mengadopsi filosofi kosmologi Bali, Kaja-Kelod, memaknai perjalanan spiritual manusia dari gunung (sumber kesucian) menuju laut. Bangunan utama, The Sanctuary, ditempatkan dengan anggun di titik tertinggi kawasan, sementara elemen air mengalir puitis membelah lanskap tebing menuju lembah, menciptakan simfoni alam menenangkan.

Tata ruang kawasan dirancang menyerupai desa tradisional Bali modern yang hidup harmonis bersama alam. Vila-vila mewah dibangun dengan sistem terasering, lengkap dengan vegetasi organik pada atapnya (green roof) menyatu sempurna dengan kontur sawah khas Ubud. Properti ini juga akan dilengkapi fasilitas ultra-luxury yang siap menantang standar tertinggi industri saat ini, mulai dari fine dining, wedding chapel, amphitheatre, spa village eksklusif di tepi Sungai Ayung, hingga fasilitas helipad pribadi.

Arsitektur Progresif dan Komitmen Keberlanjutan 

Nah, dari sisi desain, Vasa Ubud mengadopsi pendekatan arsitektur menggabungkan nilai budaya Bali dengan konsep modern berkelanjutan. Tata ruang kawasan dirancang menyerupai desa tradisional Bali modern menyatu dengan alam sekitar, dengan pembangunan vila menggunakan sistem terasering mengikuti kontur alami kawasan Ubud.