Reli Saham Bank Jumbo Dorong IHSG Akhir Pekan Meroket
:
0
Indeks Harga Saham Gabungan tembus level psikologis 6.000 (Foto: EmitenNews)
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan dengan reli solid. Indeks melonjak 67,32 poin atau 1,10% ke level 6.175,53, ditopang aksi beli besar-besaran pada saham-saham perbankan berkapitalisasi jumbo yang menguasai nilai transaksi Bursa.
Dibuka menguat di level 6.112,84, IHSG sempat menyentuh level terendah 6.079,31 sebelum mencapai puncak intraday 6.192,65. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan tercatat mencapai Rp10.773 triliun.
Sebanyak 349 saham menguat, mengungguli 261 saham yang melemah, sementara 187 saham lainnya ditutup stagnan.
Aktivitas perdagangan juga berlangsung ramai dengan volume mencapai 29,04 miliar saham, frekuensi 2,02 juta kali transaksi, dan nilai transaksi sebesar Rp16,16 triliun.
Motor utama penguatan indeks datang dari saham-saham bank jumbo. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar mencapai Rp2 triliun setelah melonjak 4,02% ke Rp6.474 per saham.
Di belakangnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan transaksi Rp1,3 triliun dengan kenaikan harga 3,85% ke Rp2.970, sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat transaksi Rp1,1 triliun dan menguat 3,94% menjadi Rp4.480 per saham. Total transaksi ketiga bank jumbo tersebut mencapai sekitar Rp4,5 triliun, atau hampir 30% dari total nilai transaksi Bursa.
Di kelompok saham LQ45, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memimpin daftar penguatan setelah melonjak 5,56% ke Rp760. Disusul PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang naik 5,14% ke Rp2.660, serta PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang menguat 5,13% ke Rp410 per saham.
Sebaliknya, tekanan jual masih membayangi beberapa saham LQ45. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menjadi yang terkoreksi paling dalam setelah turun 2,77% ke Rp1.230, diikuti PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang melemah 2,55% ke Rp1.910, serta PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang turun 2,24% ke Rp7.625 per saham. Big Banks
Related News
Pemegang Obligasi Tolak Restrukturisasi, PTPP Anjlok ke idB
Pakai Duit Bank, Emiten Hapsoro (RAJA) Tebus 5% Saham LNG USD43,6 Juta
Pasca Sandiaga Uno Masuk, Ini Kabar Terbaru dari MUTU
Bank Mandiri Rampungkan Penerbitan Perpetual Bond USD750 Juta
BUMI Beli Tambang Australia dengan Akumulasi Rugi Jumbo, Ini Alasannya
Eksposur FOLK, Terlibat dalam 2 Megaproyek Pusat Data Internasional





