Pewaris PAM Group Jabat Komisaris Utama BSBK, Tengok Gurita Bisnisnya!
:
0
Potret Christopher Sumasto Tjia, CEO Pintu Air Mas (PAM) Group. Foto: PAM Group.
EmitenNews.com - PT Wulandari Bangun Laksana Tbk. (BSBK) resmi merombak jajaran pengurus baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Senin, 14 Juli 2026.
Corporate Secretary BSBK Alexsandro Martin Tiga dalam keterangan tertulisnya Kamis (16/7) menuturkan, pada agenda RUPSLB menerima pengunduran diri Fransisco Sumasto dari jabatan Komisaris Utama dan Clarissa Ady Sumasto Tjia dari jabatan Komisaris.
RUPSLB emiten pengembang Balikpapan Superblock milik PAM Group besutan Adi Sumasto Tjia ini turut mengesahkan susunan pengurus baru yang akan menjabat hingga RUPST 2031.
Tjia Daniel Wirawan sebagai Direktur Utama. Sementara posisi Direktur diisi oleh Leonardus Sutarman dan Nicholas Sumasto Tjia.
Sementara itu, Christopher Sumasto Tjia pewaris PAM Group itu menjabat Komisaris Utama menggantikan Fransisco Sumasto. Muhammad Andri Pahlevi Situmeang sebagai Komisaris. Dan Veronica Pudjiati Lias sebagai Komisaris Independen.
Selain menjabat pucuk pimpinan di PT Wulandari Bangun Laksana Tbk. (BSBK), Christopher Sumasto Tjia terpantau merupakan konglomerat di balik gurita bisnis PAM Group yang mengendalikan empat emiten lain di Bursa Efek Indonesia.
Empat emiten tersebut yang dijabatnya sebagai Komisaris Utama di PT Bima Sakti Pertiwi Tbk. (PAMG), bertindak sebagai Pemegang Saham Pengendali di emiten pertambangan nikel PT PAM Mineral Tbk. (NICL), menguasai emiten properti PT Karya Bersama Anugerah Tbk. (KBAG), serta menjadi pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) pada produsen minuman beralkohol PT Lovina Beach Brewery Tbk. (STRK).
Related News
Suspensi Babak Kedua Menjerat Saham GRPH, Kapan Dibuka?
MAPI Ungkap Kebijakan Dividen, Segini Besarannya
SMGR Kecipratan Proyek Kopdes, Optimis Industri Semen Tumbuh di 2026
Elnusa (ELSA) Tetapkan 2 Nama Baru Direksi
Dapat Mandat, Emiten Boy Thohir (MGLV) Gaspol Sejumlah Aksi Korporasi
Cari Investor, HRTA Geber Private Placement Ratusan Juta Lembar





