EmitenNews.com - NexAI Digital (MGLV) siap menggeber sejumlah aksi korporasi. Itu setelah emiten pangkalan data afiliasi Boy Thohir tersebut mendapat restu dari para investor. Tidak sekadar menyetujui, para pemodal dengan suara bulat menyerahkan mandat kepada perseroan untuk menggelar rangkaian aksi tersebut.

Ya, para pemodal menyetujui rencana right issue maksimal 285.732.512 helai alias 285,73 juta eksemplar. Penerbitan saham baru itu, dibekali dengan nilai nominal Rp20. Rencana itu, akan dihelat setelah mengantongi izin dari para investor, dan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan.

Berdasar skenario, dana hasil right issue setelah dikurangi biaya-biaya akan digunakan untuk sejumlah keperluan. Antara lain untuk pelunasan atas pengambilalihan Nextier Askara Center (NAC), dan Nextier GenAi Center (NGC) oleh perseroan. Lalu, pembayaran lebih awal utang perseroan kepada Nextier Datamate Center (NDC), keperluan modal kerja, dan/atau anak usaha, belanja modal dan/atau anak usaha, dan/atau pengembangan perseroan untuk kegiatan usaha data center.

Perseroan memperkirakan rencana penambahan modal dengan skema right issue akan memberi pengaruh positif terhadap kondisi keuangan konsolidasi. Tindakan itu, dilakukan untuk pengembangan bisnis guna mendukung pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, prospek usaha ke depan, dapat memberi manfaat, nilai tambah bagi perseroan, pemegang saham, dan pemangku kepentingan.

Selain izin right issue, perseroan juga mendapat izin divestasi anak usaha Rp121,47 miliar kepada Trijaya Wisesa Makmur (TWM). Lalu, pengalihan aset dan kewajiban Rp1,9 miliar kepada TWM. Pengambilalihan NAC, dan NGC dari NDC Rp1,9 miliar, dan pengalihan atas piutang dari NDC sebagai kreditur senilai Rp668,6 miliar.

Terakhir, suntikan modal alias fasilitas pinjaman dari NDC maksimal Rp4 triliun. NAC saat diakuisisi telah beroperasi secara komersial dengan kapasitas 6 MW, dan mulai menghasilkan pendapatan sejak Mei 2026. NAC telah memiliki kegiatan operasional dan sumber pendapatan berjalan.

Kondisi itu, menjadi salah satu pertimbangan dalam menilai rencana transformasi kegiatan usaha, dengan tetap memperhatikan kontribusi NAC terhadap kinerja keuangan ke depan akan bergantung pada perkembangan kegiatan operasional, tingkat utilisasi, kondisi industri dan pasar, serta faktor usaha lainnya.

Nantinya, kapasitas data center yang akan dijalankan oleh perseroan melalui NAC dan NGC ditargetkan menjadi jauh lebih besar dari kapasitas 6 MW saat ini sudah dijalankan NAC. Dengan melihat pendapatan NAC saat ini, potensi pertumbuhan pendapatan bisa diperoleh dari NAC dan NGC dengan penambahan kapasitas baru.

Nah, dukungan dari pemegang saham pengendali, perseroan meyakini transaksi tersebut akan memberikan nilai tambah lebih bagi perseroan, dan seluruh pemangku kepentingan, khususnya semua pemegang saham, termasuk pemegang saham publik. Seluruh izin itu, diperoleh perseroan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa pada 7 September 2026 lalu. (*)