iPhone Duo-18 Pro Series Hadir, Saham ERAA, MAPI, dan BELI Auto Pucuk?
:
0
Penampakan produk baru iPhone Duo. FOTO - Dok Variety
EmitenNews.com - Apple resmi meluncurkan lini produk baru iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone Duo. iPhone 18 Pro Series, dan iPhone Duo itu, diperkenalkan dalam acara bertitel Surprice and Shine di Cupertino, Amerika Serikat, Kamis, 10 September 2026.
iPhone 18 Pro Series, dibekali kamera utama 48 MP dengan variable aperture. Itu sekaligus menjadi salah satu elemen peningkatan terbesar. Selain itu, iPhone 18 Pro Series dibalut chipset A20 Pro dengan teknologi 2nm, dynamic island lebih kecil, sistem pendingin vapor chamber terbaru, dan daya tahan baterai lebih awet.
iPhone 18 Pro Series tersedia dalam empat pilihan warna. Yaitu, deep black, silver, glacier, dan burgundy. Untuk Amerika Serikat, harga iPhone 18 Pro mulai USD1.199 atau Rp20,98 juta, dan iPhone 18 Pro Max USD1.299 setara Rp22,73 juta dengan asumsi kurs Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (USD).
Di sisi lain, akhirnya Apple memperkenalkan iPhone Duo. iPhone Duo menggunakan rangka titanium grade 5, dengan engsel melibatkan lebih dari 100 komponen. Kamera utama iPhone Duo Fusion 48 MP dengan chipset A20 Pro berteknologi 2nm. Setiap sisi iPhone Duo dipersenjatai satu baterai.
Harga iPhone Duo di negeri Paman Sam itu, mulai dari USD1.999 atau Rp35 juta. iPhone Duo tersedia dalam balutan Star White, dan Night Sky. Opsi penyimpanan 256GB, 512GB, 1TB, dan 2TB. Pre Order lebih dari 70 negara pada 16 Oktober 2026. Penjualan perdana pada 23 Oktober, dan menyusul 28 negara lain pada 30 Oktober 2026.
Produk baru itu akan menyapa pasar lokal melalui sejumlah Apple authorized reseller Indonesia. Yaitu, Grup Djarum via Global Niaga (BELI) menaungi Blibli lewat hello Store. MAP Group (MAPI) via Digimap. Dan, Erajaya Group (ERAA) lewat iBox.
Apakah kehadiran produk baru tersebut otomatis mendongkrak saham ketiga distributor produk Apple di Indonesia, dan laik untuk koleksi? Sebelum anda mengakumulasi ketiga saham emiten penyalur produk Apple itu, telisik jejak kinerja keuangan, dan performa saham BELI, MAPI, dan ERAA sebagai berikut.
Grup Djarum
Global Niaga (BELI) semester I 2026 masih tekor Rp711,35 miliar. Menipis 43,19 persen dari episode sama tahun sebelumnya dengan tabulasi rugi Rp1,25 triliun. Dengan demikian, rugi per saham dasar emiten Grup Djarum tersebut menjadi Rp5 dari periode sebelumnya Rp9.
Pemangkasan rugi itu seiring dengan tabulasi pendapatan bersih Rp14,83 triliun, meroket 54,64 persen dari periode sama tahun lalu Rp9,59 triliun. Beban pokok pendapatan Rp12,5 triliun, mengalami pembengkakan dari Rp7,82 triliun. Laba kotor terkumpul Rp2,32 triliun, melonjak dari posisi sama tahun lalu Rp1,77 triliun.
Related News
Dapat Mandat, Emiten Boy Thohir (MGLV) Gaspol Sejumlah Aksi Korporasi
Cari Investor, HRTA Geber Private Placement Ratusan Juta Lembar
Tanpa Antre, Morgan Stanley Lego Saham GOTO Rp187,96 Miliar
Bank BCA (BBCA) Kembali Gelar Wealth Summit 2026, Hadirkan 2 Menlu RI
RUPSLB Perdana Bangun Pusaka (KONI) Ubah Susunan Direksi
Siapkan RUPO 11 September, ADHI Ingin Ubah Jatuh Tempo Obligasi





