EmitenNews.com - PT Budi Delta Swakarya akan menyerap sebanyak 229.063.842 lembar Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau right issue  PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA).

 

Pemegang saham utama TBLA itu juga menyatakan akan menyerap sebanyak 91.892.737 lembar HMETD milik pemegang saham utama lainnya, PT Sungai Budi.

 

Sehingga, usai aksi korporasi ini, Budi Delta Swakarya akan menguasai 33,98 persen dari saat ini 30,02 persen porsi kepemilikan TBLA.

 

Sementara itu, Budi Delta Swakarya akan menyerap sebanyak 320.956.578 lembar atau 41,7 persen dari total lembar HMTED yang akan dikeluarkan TBLA dalam  Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHETD) II.

 

Manajemen TBLA dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (18/1/2023) menyebutkan bahwa aksi korporsi ini akan berlanjut jika OJK menyatakan efektif penerbitan sebanyak 768.433.869 saham baru TBLA pada 20 Maret 2023.

 

Jika sesuai jadwal, setiap pemegang 7 saham pada penutupan perdagangan tanggal 3 April 2023 akan mendapat 1 HMETD.

 

Selanjutnya, setiap 1 HMETD dapat dijual atau ditebus menjadi 1 saham baru dengan harga pelaksanaan mulai tanggal 5 hingga 13 April 2023.

 

Rencananya, seluruh dana hasil right issue akan digunakan untuk  tambahan modal kerja seperti penanaman kebun kelapa sawit, kebun tebu dan pembelian bahan baku Perseroan.