EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan Kamis (23/7/2026). Setelah sempat menembus level 6.454,31 pada sesi intraday, indeks berbalik arah dan ditutup melemah 19,16 poin atau 0,30% ke level 6.315,31.

IHSG mengawali perdagangan di level 6.346,61 dan sempat melaju ke level tertinggi 6.454,31 sebelum tekanan jual menyeret indeks kembali ke zona merah.

Aktivitas perdagangan berlangsung sangat ramai dengan volume mencapai 63,31 miliar saham, frekuensi 3,18 juta kali transaksi, dan nilai transaksi menembus Rp23,93 triliun.

Meski IHSG terkoreksi, mayoritas saham justru menguat. Sebanyak 321 saham naik, 299 saham melemah, sementara 176 saham lainnya ditutup stagnan.

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi motor transaksi terbesar dengan nilai mencapai Rp2,2 triliun sekaligus menopang indeks setelah melonjak 8,93% ke Rp183 per saham.

Sebaliknya, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang membukukan transaksi Rp1,7 triliun justru menjadi salah satu pemberat IHSG setelah terkoreksi 4,82% ke Rp2.170 per saham.

Nilai transaksi besar berikutnya berasal dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp1,3 triliun dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp1 triliun. Namun keduanya turut menekan indeks setelah masing-masing turun 3,46% ke Rp6.275 dan 3,31% ke Rp875 per saham.

Di jajaran saham LQ45, BUMI menjadi top gainers dengan kenaikan 8,93%, disusul PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang menguat 7,27% ke Rp472 serta PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 5,30% ke Rp1.390 per saham.

Sementara itu, saham LQ45 yang mencatat pelemahan terdalam dipimpin PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang turun 5,05% ke Rp1.410, diikuti BBCA yang terkoreksi 3,46%, serta PT Astra International Tbk (ASII) yang melemah 2,91% ke Rp5.000 per saham.