Bursa ASEAN Kolaborasi untuk Infrastruktur Data ESG Terpusat
Gambar logo ASEAN
EmitenNews.com - ASEAN-Interconnected Sustainability Ecosystem (ASEAN-ISE), sebuah inisiatif lintas bursa ASEAN, semakin mendekati visi menciptakan ekosistem keberlanjutan yang terintegrasi. Dalam lokakarya yang digelar di Kuala Lumpur pekan lalu, para anggota ASEAN-ISE sepakat untuk mengeluarkan permintaan informasi (Request for Information/RFI) guna mengembangkan infrastruktur data ESG (Environmental, Social, and Governance) terpusat di ASEAN.
RFI ini bertujuan mengidentifikasi solusi yang dapat mempercepat pengumpulan, analisis, dan pelaporan data ESG secara seragam, mendukung investasi berkelanjutan di kawasan ASEAN dalam tiga tahun ke depan. Bursa-bursa besar seperti Bursa Malaysia, Indonesia Stock Exchange (IDX), The Philippine Stock Exchange (PSE), The Stock Exchange of Thailand (SET), dan Singapore Exchange (SGX) turut aktif dalam perumusan kebutuhan RFI ini.
Menurut CEO Bursa Malaysia, Datuk Muhamad Umar Swift, harmonisasi data akan memungkinkan pengumpulan data yang lebih efisien, mendukung ASEAN sebagai pasar yang terintegrasi. “Framework ini akan membantu mempercepat transisi hijau global dengan memanfaatkan efisiensi sumber daya dan skala ekonomi,” jelasnya.
ASEAN ESG Data Infrastructure menjadi langkah pertama dari empat program yang disepakati oleh ASEAN Exchanges sejak Juli 2024. Fokus utamanya adalah menarik minat investor internasional, meningkatkan visibilitas korporasi, serta menjadikan ASEAN sebagai pusat pengembangan berkelanjutan yang terpercaya.
Bursa Malaysia, sebagai sekretariat ASEAN-ISE, menegaskan bahwa hasil dari RFI ini akan diumumkan pada Desember 2024, dengan implementasi solusi segera setelahnya. Para pelaku industri diundang untuk berkolaborasi mewujudkan integrasi ESG yang lebih mendalam di ASEAN. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan peluang inovasi, pertumbuhan, dan integrasi pasar yang lebih dalam di tengah ekonomi hijau global.
Related News
Jumlah Pemegang Saham BUMI Meledak! Tambah 148.255 Pada Desember 2025
Sinyal Produksi Kian Terang, EMAS Tuntaskan Persiapan Tambang Pani
Geser RUPSLB, Saham SOTS Melangit 748 Persen
Transaksi Repo, HD Capital Jual 213 Juta Saham INTA Harga Premium
Danantara Masuk, Kimia Farma Amankan Modal Kerja Rp846 Miliar
Investor IRSX Jual 84,8 Juta Saham Harga Bawah, Cuan Rp53 Miliar!





