EmitenNews.com - Era Media Sejahtera (DOOH) melakukan transformasi bisnis menjadi penyedia infrastruktur ekosistem AI terpadu. Itu seiring kedatangan pengendali baru yaitu Sinergi Internasional Investama (SII). Manuver strategis utama, DOOH melalui anak usaha, Cakrawala Nexus Investama (CNI), akan mencaplok 29,88 persen saham Sinergi Inti Andalan Prima (INET) dari Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN).

Akuisisi strategis itu, melalui pembelian 6,68 miliar saham INET pada harga Rp300 per lembar helai senilai Rp2 triliun. Nah, untuk membiayai aksi korporasi itu, SII akan menggelontorkan fasilitas pinjaman pemegang saham (shareholder loan) dengan plafon Rp5 triliun, berdurasi 10 tahun, dan tingkat bunga kompetitif 7,50 persen per tahun.

Lalu, dari total plafon fasilitas pinjaman pemegang saham tersebut, pencairan tahap awal Rp2 triliun dialokasikan khusus oleh perseroan untuk membiayai pengambilalihan saham INET. Pengintegrasian INET dalam ekosistem perseroan untuk memperkuat lima pilar utama, yaitu Data Centre AI, High Speed Connectivity, Inland Fiber Optic Backbone, Submarine Fiber Optic Backbone, dan Green Energy (PLTS).

Selanjutnya, DOOH menawarkan right issue maksimal 154,77 miliar lembar disertai waran seri II. Penerbitan saham baru itu setara 95,24 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh bernominal Rp10. Saham anyar itu, disodorkan dengan rasio 20:1. Artinya, setiap pemegang 20 saham lawas akan mendapat 1 hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Berikutnya, DOOH akan mengubah penggunaan dana sisa hasil intial public offering (IPO) sebesar Rp120 miliar, menjadi setoran modal kepada CNI dalam mendukung porsi pendanaan akuisisi tersebut. Awalnya, dana tersebut untuk belanja modal berupa pengadaan aset media periklanan, dan modal kerja persen. DOOH tetap menggunakan Rp12,99 miliar untuk belanja modal, dan modal kerja Rp19,62 miliar.

Kemudian, DOOH bersama pengendali baru melakukan pembenahan tata kelola dan restrukturisasi. Meliputi perubahan nama, pembaruan alamat kedudukan, penyesuaian KBLI 2025, perombakan susunan direksi, komisaris, dan peningkatan modal dasar. Rangkaian transaksi itu, akan dijalankan setelah mendapat restu investor.

Oleh karena itu, untuk mendapat izin tersebut, perseroan akan menggeber rapat umum pemegang saham luar biasa pada 9 November 2026 pukul 14.00 WIB. Rapat akan berlangsung di ruang meeting Slipi, Hotel Mercure Batavia Jakarta, Tambora, Jakarta Barat. Nah, untuk bisa mengikuti rapat akbar itu, harus tercatat sebagai pemegang saham pada 15 Oktober 2026. (*)