IDXINDUST

 0.52%

IDXINFRA

 0.28%

IDXCYCLIC

 0.98%

MNC36

 0.74%

IDXSMC-LIQ

 0.43%

IDXHEALTH

 1.10%

IDXTRANS

 2.42%

IDXENERGY

 1.40%

IDXMESBUMN

 0.75%

IDXQ30

 0.87%

IDXFINANCE

 0.63%

I-GRADE

 0.73%

INFOBANK15

 0.75%

COMPOSITE

 0.71%

IDXTECHNO

 0.70%

IDXV30

 0.67%

ESGQKEHATI

 0.64%

IDXNONCYC

 0.13%

Investor33

 0.67%

IDXSMC-COM

 0.76%

IDXBASIC

 0.97%

IDXESGL

 0.75%

DBX

 1.37%

IDX30

 0.65%

IDXG30

 0.40%

ESGSKEHATI

 0.67%

KOMPAS100

 0.77%

PEFINDO25

 1.13%

BISNIS-27

 0.67%

ISSI

 0.79%

MBX

 0.64%

IDXPROPERT

 0.52%

LQ45

 0.59%

IDXBUMN20

 0.91%

IDXHIDIV20

 0.71%

JII

 0.90%

IDX80

 0.77%

JII70

 0.84%

SRI-KEHATI

 0.71%

SMinfra18

 0.42%

KB Bukopin
victoria sekuritas

Buyback 200 Juta Lembar, Mitra Keluarga (MIKA) Siapkan Dana Rp500 Miliar

11/02/2022, 07:00 WIB

Buyback 200 Juta Lembar, Mitra Keluarga (MIKA) Siapkan Dana Rp500 Miliar

EmitenNews.com - PT Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA) akan melakukan pembelian kembali saham atau buyback saham maksimal Rp500 miliar. Dana tersebut untuk mengangkut maksimum 200 juta lembar. Periode buyback digelar mulai 11 Februari hingga 10 Mei 2022.


Manajemen Mitra Keluarga mengklaim memiliki modal kerja, dan cadangan dana memadai untuk menggeber aksi tersebut. Oleh karena itu, dana buyback saham dari kas internal. ”Jadi, tidak butuh pembiayaan tambahan, dan tidak berdampak signifikan kepada penurunan pendapatan,” tutur Direktur Mitra Keluarga Joyce V. Handajani, Kamis (10/2).


Pelaksanaan buyback Mitra Keluarga tidak berdampak terhadap pendapatan. Rencana itu, hanya akan mengakibatkan penurunan jumlah saham beredar, tetapi akan meningkatkan laba per saham. ”Perseroan membatasi harga pembelian saham maksimum Rp2.500 per lembar,” imbuh Joyce.


Buyback saham akan dilakukan dalam tempo tiga bulan mulai 11 Februari 2022 hingga 10 Mei 2022. Buyback itu dilaksanakan melalui transaksi di BEI. Oleh karena itu, perseroan akan memakai jasa dari perantara pedagang efek. Aksi itu, diharap menstabilkan harga dalam kondisi pasar fluktuatif.


Selain itu, memberi keyakinan kepada investor atas nilai saham perseroan secara fundamental. ”Buyback juga memberi fleksibilitas dalam mengelola modal jangka panjang. Di mana, saham treasuri dapat dijual di masa mendatang dengan nilai optimal kalau butuh modal tambahan,” ucap Joyce. (*)



Author: J S