EmitenNews.com - Presiden masih menggodok calon Gubernur Bank Indonesia pengganti Perry Warjiyo yang mengundurkan diri. Bagi Prabowo, syarat utama dalam menentukan bos bank sentral harus memiliki jiwa nasionalisme atau berjiwa Merah Putih.

Perry Warjiyo mengundurkan diri pada 25 Juli 2026. Posisinya untuk sementara dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.

Sesuai aturan yang ada, proses penunjukan Gubernur BI definitif masih harus melalui beberapa tahapan. Presiden akan menentukan nama calon sebelum diajukan ke DPR untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.

Dalam keterangannya yang dikutip Jumat (31/7/2026), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden memiliki perhatian khusus terhadap aspek nasionalisme calon Gubernur BI. Menurutnya, hal tersebut menjadi syarat yang tidak bisa ditawar.

"Kriteria khusus? Yang wajib adalah Merah Putih," kata Mensesneg Prasetyo Hadi saat berbincang bersama wartawan dalam gerbong KA Nusantara Explorer di Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Soal peluang Destry Damayanti yang disebut masuk dalam bursa calon Gubernur BI, Mensesneg menegaskan keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo. "Hanya beliau yang tahu."

Dalam sebuah acara, Presiden Prabowo sempat memberi sinyal bahwa Destry berpotensi diusulkan sebagai calon Gubernur BI. Namun, dalam sambutannya yang diselingi candaan, Prabowo menegaskan penetapan Gubernur BI tetap bergantung pada proses seleksi yang dilakukan DPR.

Satu hal, Prabowo menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Menurutnya, seluruh lembaga tersebut harus bergerak sebagai satu tim demi memperkuat sektor keuangan nasional.

"Semua bank Himbara sekarang bersama Bank Indonesia, bersama semua unsur, kita harus menjadi satu tim, satu kesebelasan. Kuncinya adalah kerja sama," beber Prabowo.

Prabowo meyakini kerja sama yang solid akan mempercepat kemajuan sektor keuangan Indonesia. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan harus saling mendukung untuk mencapai target pembangunan nasional.