Capex Rp80 Miliar, Galva Technologies (GVLA) Optimis Penjualan 2023 Tumbuh 30 Persen
:
0
EmitenNews.com—PT Galva Technologies Tbk (GLVA) hingga kuartal III-2022 meraih peredaran usaha konsolidasian sebesar Rp1,73 triliun atau tumbuh 55% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan Laba Bersih konsolidasi sebesar Rp 51,59 miliar atau tumbuh 122%.
Oki Widjaja, Direktur Utama PT Galva Technologies Tbk, menuturkan bahwa Pertumbuhan peredaran konsolidasian pada penutupan kuartal III tahun 2022 dikontribusikan oleh unit bisnis Perseroan yaitu IT Distribution yang mencatatkan penjualan sebesar Rp1.206,09 miliar, atau tumbuh 68% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Penjualan unit bisnis Business Solutions pun beriringan tumbuh 45% menjadi Rp451,71 miliar, serta dari unit bisnis Document Solutions dengan membukukan penjualan sebesar Rp74,45 miliar, keseluruhan unit bisnis berkontribusi positif dalam memperoleh laba bersih pada Kuartal III-2022.
Oki Widjaja optimistis, penjualan perseroaan pada akhir 2022 tumbuh sebesar 33% dibandingkan realisasi penjualan tahun sebelumnya. Proyeksi tersebut tidak lepas dari keberhasilan kinerja operasional kuartal III- 2022 yang tumbuh signifikan sebesar 55% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
"Dengan perputaran modal kerja yang bertambah di tahun ini mengindikasikan pemulihan roda operasional perseroan, dengan total aset yang terkerek naik 46% di akhir September 2022 dibandingkan dengan posisi akhir 2021," kata dia dalam keterangannya, Senin (14/11).
Lebih lanjut, kata dia, pihaknya juga optimistis akan penjualan di 2023 tumbuh berkisar 20-30% dibandingkan proyeksi 2022. "Perumusan target 2023 ditopang oleh 3 unit bisnis, dengan peluang-peluang bisnis yang ada di segmen-segmen pasar unggulan GLVA yang dikerjakan secara sinergi melalui model bisnis distribution, project based, managed services, dan e-commerce,"ujarnya.
Ia mengatakan, bersamaan dengan komitmen perseroan terhadap pertumbuhan penjualan, pihaknya juga optimis bakal terjadi pertumbuhan laba bersih perseroan yang signifikan di akhir tahun ini. "Di akhir tahun ini kami mengincar persentase dobel untuk pertumbuhan laba bersih dibanding 2021," kata dia.
Dalam rangka merealisasikan target pertumbuhan tersebut, besaran angka belanja modal (capex) 2023 diperkirakan sekitar Rp 80 miliar, yang diantaranya 95% akan diserap untuk membeli aset rental guna menghasilkan recurring income di 2023 dan di tahun-tahun berikutnya.
Related News
SCPI Go Private, Pengendali Tawar Saham Publik Rp100 Ribu per Lembar
Deretan Top Gainers di Tengah IHSG yang Merah, Apa Saja?
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA





