Melawan Sentimen Global, Prabowo Pasang Alarm Optimisme untuk Pasar
:
0
Presiden Prabowo Subianto dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - Kala Moody's memangkas outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif (dengan rating tetap Baa2), Presiden Prabowo Subianto justru membalas sinyal baru optimisme pasar berupa fundamental kuat, arah jelas, dan hukum harus pasti.
Dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Presiden memaparkan tiga pilar utama ekonomi nasional yang berupa kolaborasi Indonesia Incorporated, optimisme pertumbuhan, dan kepastian hukum sebagai jangkar investasi.
“Yang besar, yang kuat, yang menengah, yang kecil, yang kurang, semua bekerja sama. Yang besar maju, tarik yang kurang kuat. Yang kuat tarik yang lemah,” terang Presiden Prabowo.
Pernyataan itu muncul di tengah sorotan lembaga pemeringkat global yang meminta peningkatan prediktabilitas kebijakan dan tata kelola. Pemerintah pun merespons dengan menekankan arah kebijakan yang inklusif dan terkoordinasi, agar pasar mendapat kepastian jalur pertumbuhan jangka menengah.
Soal prospek ekonomi, Presiden menyampaikan keyakinan bahwa, “Saya percaya bahwa ekonomi kita akan sangat baik tahun ini.”
Pemerintah bahkan membidik pertumbuhan 2026 di kisaran 5,6 persen, di atas target resmi 5,4 persen. Sebagai pembanding, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen pada 2025 dengan cadangan devisa tetap solid.
Sejalan dengan hal tersebut, Menko Airlangga dalam pemaparan laporannya pada forum ini menjelaskan mengenai kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus membaik, “Pertumbuhan ekonomi kita diiringi dengan Indikator Sosial yang terus membaik. Tingkat Kemiskinan dan Rasio Gini dalam tren menurun. Pengangguran Terbuka juga terus dalam tren menurun, dan jumlah Orang Bekerja terus meningkat.”
Menko Airlangga memaparkan bahwa selama beberapa tahun terakhir Tingkat Kemiskinan terus menurun hingga mencapai 8,25% atau sekitar 23,36 juta orang pada September 2025. Kondisi ini membaik secara signifikan dibandingkan pada Maret 2021 yang tercatat sebesar 10,14% atau setara dengan 27,54 juta orang.
Sebagai penutup sambutannya Presiden Prabowo dengan tegas menyampaikan bahwa stabilitas politik Indonesia sangat baik, dan sangat yakin bahwa Indonesia akan bangkit kembali di masa depan.
“Saya percaya stabilitas politik di Indonesia bisa kita jaga dengan baik, tegas. Kita jaga keamanan untuk semua. Kita hormati semua perjanjian yang dibangun oleh Indonesia sebagai Pemerintah. Kita punya track record yang sangat besar, Indonesia belum pernah default dalam sejarah kita. Kita selalu hormati semua perjanjian Pemerintah-Pemerintah pendahulu. Kita terbuka untuk investasi dari mana pun, dan kita yakin bahwa kita akan bangkit dengan sangat meyakinkan,”
Related News
KAI Mau Renovasi Besar-besaran Stasiun Gambir, Ini Respons DPR
Pangkas dari 57 Jadi 17 Entitas Pupuk Indonesia, Ini Target Danantara
Aset Kripto Ekspansi Tak Lagi Sekedar Alat Investasi, CFX Ungkap Ini
Moody's hingga S&P Beri Label Rating Baru Danantara Investment (DIM)
Rupiah Anjlok Tembus Rp17.900, Ini Langkah BI
Hati-Hati! Produsen Mobil Jepang Boleh Gunakan Suku Cadang Cacat





