EmitenNews.com—PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) memperkirakan volume penjualan di rentang 3,8 Mt hingga 4,3 Mt batubara metalurgi pada tahun 2023.

 

Presiden Direktur ADMR, Christian Ariano Rachmat mengatakan, perseroan terus meningkatkan volume didukung oleh permintaan yang kuat dari pelanggan, dan sesuai target jangka menengahnya sebesar 6 Mtpa.

 

“Nisbah kupas tahun 2023 ditargetkan sebesar 3,8x, karena perusahaan berencana untuk memulai kembali operasi dari PT Lahai Coal, yang memiliki nisbah kupas lebih tinggi dibandingkan dengan PT Maruwai Coal,” papar dia dalam keterangan resmi, Rabu(1/3/2023).

 

Untuk menopang rencana itu, kata dia, perseroan menganggarkan  belanja modal untuk bisnis batu bara metalurgi sebesar USD70 juta hingga USD90 juta. Angka ini belum termasuk belanja modal untuk proyek smelter aluminium.

 

“Kami  memperkirakan pencapaian financial close proyek ini pada semester I 2023 dan porsi ekuitas akan diumumkan kemudian,” kata dia.