EmitenNews.Com -Menyusul permulaan Covid-19, aktivitas di platform digital meledak terutama di antara audiens Gen Z, secara kasar didefinisikan sebagai mereka yang lahir setelah 1997 – 2010 atau rentang usia 10 hingga 24 tahun hari ini. Faktanya, momen budaya terbesar untuk menarik perhatian penonton muda di tahun 2020 terjadi di platform digital, bukan di platform sosial tradisional.
Dalam kurun waktu satu tahun, hingar bingar platform digital telah menjadi kekuatan yang menentukan bagaimana audiens Gen Z terhubung dan bagaimana mereka mengalami dan membentuk budaya secara luas. Karena alasan itu, pemasar tidak bisa lagi mengabaikannya.
Melansir Harvard Business Review, Sara Wilson yang bekerja sebagaidigital content strategist membuat panduan tentang platform digital tempat Gen Z berkumpul dan menawarkan contoh cara kreatif agar brand dapat hadir di platform.
Fortnite
Fortnite memiliki 350 juta akun dan rekor 15,3 juta pemain bersamaan dengan tambahan 3,4 juta orang menonton acara tersebut di YouTube dan Twitch pada acara akhir musim Desember 2020. Platform game besar ini juga melaksanakan rangkaian lima konser artis hip-hop Travis Scott di dalam game Fortnite pada bulan April 2020 dihadiri oleh lebih dari 27 juta pemain.
Kepala Kemitraan Global Epic Games (perusahaan induk Fortnite), Nate Nanzer mengatakan bahwa usia 14 hingga 24 tahun menjadi pemain terbesar.
Fortnite adalah pelopor brand dalam dunia integrasi. Sebagian besar kemitraan sangat selektif dan sangat menyentuh, dan terjadi dalam mode utama platform, yang disebut Battle Royale. Fortnite bekerja sama dengan Marvel dan Nike untuk meluncurkan skin kustom (pakaian bergaya untuk avatar dalam game pemain) dan produk edisi terbatas di dalam game.
Brand juga dapat melibatkan pengguna dalam Creative Mode, permainan yang berkembang pesat di mana pemain dapat membangun pulau khusus dan mengundang teman untuk berkumpul. “Mengembangkan lebih banyak peluang bagi brand untuk mengarahkan dan membangun pengalaman yang dipesan lebih dahulu dalam Creative Modeadalah tempat yang ingin dicapai perusahaan dari waktu ke waktu,” ucap Nanzer.
Tik Tok
Ketika datang ke platform dengan pengikut Gen Z yang fanatik, tidak mungkin untuk tidak membicarakan TikTok. Dengan 45,6 juta pengguna di Amerika Serikat (terbesar) dan 30,7 juta pengguna di Indonesia per Juli 2020, TikTok adalah rumah bagi subkultur hiper-spesifik yang tak terhitung jumlahnya yang mencerminkan setiap minat, aktivitas, dan tren yang dapat dibayangkan. “Pertumbuhan TikTok yang cepat didorong oleh Gen Z dan kelompok tersebut telah berkembang pesat, terutama selama setahun terakhirakan selalu penting untuk semua,” ujar Katie Riccio Puris, direktur pelaksana, kepala pemasaran bisnis global.
Related News
BYD tidak Sedang Baik-Baik Saja, Labanya Anjlok Dalam di Kuartal 1
Nissan Rugi Rp59,4T, Produsen Mobil Jepang Ini Belum Bisa Bangkit
Denza D9 Generasi Kedua Dirilis, Harga Rp900 Juta, Ini Spek Lengkapnya
Tak Ada Itu Over Imunisasi, Orang Dewasa Vaksin Campak Lagi Oke Saja
Toyota Catatkan Rekor Baru Penjualan
Tak Cuma Energi, Pertamina Manfaatkan Panas Bumi Untuk Perkebunan





