Catatan Pasar Global Kala Ketua The Fed Pidato di Jackson Hole
:
0
Pasar global bersikap hati-hati menjelang pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, di Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole, Jumat (28/8/2026). Foto: Anadolu
EmitenNews.com - Pasar global bersikap hati-hati menjelang pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, di Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole, Jumat (28/8/2026).
Sementara tekanan inflasi yang terus berlanjut di AS membayangi optimisme yang dipicu oleh kinerja keuangan produsen cip Nvidia yang baru-baru ini melampaui perkiraan.
Indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) AS—tolok ukur inflasi pilihan The Fed—naik 0,2% secara bulanan, melampaui estimasi, sehingga memicu kekhawatiran apakah tren kenaikan tingkat harga umum akan berlanjut pada periode mendatang.
Anadolu memberitakan, Jumat (28/8/2026), persepsi bahwa inflasi mungkin bertahan—meskipun tampak lebih moderat dibandingkan sebelumnya—membuat investor tetap mengantisipasi kenaikan suku bunga, sehingga membatasi dampak positif dari kinerja keuangan Nvidia yang kuat.
The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakannya bulan depan dengan probabilitas 66%, sementara terdapat kemungkinan 62% bahwa bank sentral tersebut akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Oktober.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor dua tahun naik sekitar tiga basis poin pada hari Kamis menjadi 4,23%, mengingat instrumen ini sangat sensitif terhadap ekspektasi kebijakan.
Perhatian tertuju pada pidato Warsh yang akan disampaikan pada hari Jumat di Jackson Hole, Wyoming. Ia pernah berpartisipasi dalam simposium ekonomi tersebut, baik saat menjabat di Dewan Gubernur The Fed pada tahun 2006-2011 maupun kemudian sebagai profesor di Universitas Stanford.
Pernyataan Warsh dapat menenangkan pasar dan menurunkan premi risiko dengan memberikan wawasan mengenai perkembangan potensial yang dapat memicu kenaikan suku bunga; namun, para analis menyatakan bahwa panduan yang jelas mengenai arah dan waktu keputusan kebijakan dapat berdampak signifikan terhadap pasar.
Warsh menegaskan kembali komitmen bank sentral terhadap stabilitas harga dan menyatakan bahwa target inflasi tidak akan dilonggarkan, menyusul pertemuan kebijakan moneter terbaru di mana suku bunga kebijakan dipertahankan pada kisaran 3,5-3,75%.
Presiden The Fed Kansas City, Jeffrey Schmid, mengatakan bahwa inflasi bergerak mengikuti pola yang membandel dan persisten.
Related News
Sorotan Ketua The Fed Warsh Saat Pidato di Jackson Hole
Bareng Glencore, Emiten Prajogo Ini Akuisisi Bisnis Avtur di Singapura
Votalitas CFD US100 dan S&P 500 dapat Buka Peluang di Luar Pasar Saham
Berkah Bank Muamalat, KPR iB Hijrah Baitullah Naik Empat Kali Lipat
Emas Antam Turun Rp5.000 Jelang Pidato Ketua The Fed
Tunggu Sinyal Warsh, Dolar AS Berpotensi Menguat Tersebab Ini





