EmitenNews.com - Bangun Kosambi Sukses (CBDK) membukukan pra penjualan Rp430 miliar. Capaian setara 85 persen dari target pra penjualan tahun 2025 sebesar Rp508 miliar. Capaian tersebut mencerminkan disiplin eksekusi Perseroan dalam menjaga kualitas pertumbuhan di tengah dinamika pasar properti lebih selektif sepanjang tahun.

Pendekatan bisnis terukur, dan selektif memungkinkan perseroan untuk menetapkan ekspektasi kinerja realistis, dan selaras dengan kondisi pasar. Dengan fokus pada produk bernilai strategis, dan pengelolaan penjualan berorientasi pada keberlanjutan, CBDK berhasil menjaga momentum bisnis sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka menengah, dan panjang, khususnya kawasan CBD PIK2. 

Sepanjang 2025, kaveling tanah komersial menjadi kontributor utama pra penjualan CBDK dengan realisasi Rp343 miliar atau 80 persen dari total pra-penjualan. Segmen produk komersial mencatat pra-penjualan Rp83 miliar atau 19 persen, dan segmen residensial berkontribusi Rp4 miliar alias 1 persen. 

Dominasi kaveling tanah komersial menegaskan daya tarik kawasan CBD PIK2 sebagai pusat aktivitas bisnis tetap relevan bagi pelaku usaha, dan investor, meski permintaan properti secara umum mengalami penyesuaian. Saat ini sebagai bagian dari fase konsolidasi strategis, perseroan lebih mengedepankan kualitas penjualan, selektivitas produk, dan optimalisasi nilai kawasan dibanding ekspansi agresif jangka pendek. 

Nah, dari sisi kinerja kuartalan, CBDK mencatat pemulihan signifikan pada kuartal IV 2025, dengan pra-penjualan Rp109 miliar meningkat 309 persen dibanding kuartal III 2025. Lonjakan itu, didorong segmen kaveling tanah komersial tumbuh 473 persen secara kuartalan menjadi Rp82 miliar, sejalan peningkatan minat terhadap lahan komersial kawasan CBD PIK2. 

Segmen residensial, dan produk komersial juga mencatat pertumbuhan QoQ masing-masing 436 persen, dan 57 persen, mencerminkan perbaikan sentimen pasar pada paruh akhir tahun. Proyek-proyek dipasarkan CBDK sepanjang 2025 meliputi kaveling tanah komersial kawasan CBD PIK2, produk komersial seperti SOHO The Bund, Bizpark PIK2, dan Rukan Pasar Milenial.

Pada segmen residensial, perseroan memasarkan Rumah Milenial, dan Permata Hijau Residences dengan pendekatan lebih selektif dan terfokus. Ke depan, CBDK akan terus melangkah dengan strategi pertumbuhan terukur, dan berkelanjutan, dengan mengoptimalkan potensi kawasan CBD PIK2 sebagai pusat aktivitas bisnis dan investasi. 

Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, menyebut tahun 2025 menjadi periode penting untuk memperkuat arah bisnis, dan disiplin eksekusi di tengah kondisi industri properti makin selektif. Sepanjang 2025, CBDK membukukan pra penjualan Rp430 miliar sebagai hasil dari keputusan strategis perseroan untuk memprioritaskan produk, segmen dengan daya serap berkelanjutan, dan menjaga keseimbangan antara pencapaian kinerja dan kualitas pertumbuhan. 

Dengan fondasi kawasan makin matang, perseroan telah mengaktivasi Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) sebagai sumber pendapatan berulang perdana CBDK. Sejak beroperasi pada Agustus 2025, NICE telah menyelenggarakan 16 event hingga akhir tahun. Ke depan, pipeline penyelenggaraan event diharap terus meningkat seiring penguatan fungsi kawasan sebagai destinasi MICE. 

Pengembangan ekosistem itu, akan makin lengkap dengan kehadiran Hotel Hilton Jakarta PIK2 berkapasitas 271 kamar. Hotel Hilton Jakarta ditarget mulai beroperasi pada pertengahan 2027, sehingga memperkuat daya tarik kawasan, dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan perseroan. (*)