EmitenNews.com -CFA Society Indonesia menekankan pentingnya menjaga integritas pasar, mekanisme pembentukan harga atau price discovery, serta keberlanjutan reformasi di pasar modal Indonesia pasca pengumuman rencana reklasifikasi pasar oleh penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).

President CFA Society Indonesia, Edwin Ridwan, CFA, menyampaikan bahwa integritas pasar dan mekanisme pembentukan harga yang efektif merupakan pilar utama bagi terciptanya pasar modal yang berfungsi baik, kompetitif, serta berkelanjutan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

"Pasar modal yang kuat bukanlah pasar di mana harga dilindungi dari volatilitas, melainkan pasar di mana investor dapat percaya bahwa harga dibentuk secara adil, informasi diungkapkan secara transparan, dan aturan diterapkan secara konsisten," tegas Edwin dalam pernyataan resminya, Senin (19/10/2026). 

Lebih lanjut Edwin menambahkan, pihaknya mendukung penegakan hukum yang terus dilakukan oleh pihak berwenang untuk menjamin akuntabilitas serta menciptakan efek jera yang nyata terhadap pelanggaran di pasar. Selain itu, CFA Society menyambut baik dan sangat mendukung langkah-langkah apa pun yang dapat membantu memastikan konsistensi dan efektivitas penegakan hukum yang lebih baik di masa mendatang. 

"CFA Society mengapresiasi berbagai langkah dan komitmen yang telah dijalankan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), serta para pemangku kepentingan terkait dalam memperkuat tata kelola, transparansi, dan perlindungan investor," sambungnya.

Selain itu, CFA Society Indonesia menekankan lima poin prioritas utama demi meningkatkan kualitas dan kepercayaan pasar modal Indonesia diantaranya yakni, penguatan transparansi dan keterbukaan informasi, perlindungan integritas pembentukan harga, mendorong pasar yang adil, dan membangun kepercayaan investor secara berkelanjutan, serta mendorong transparansi tata kelola. 

"Pada akhirnya, kepercayaan investor tidak dapat diwajibkan melalui regulasi semata, melainkan harus dibangun dan diraih melalui transparansi, integritas, serta tindakan yang konsisten," pungkas Edwin.

Edwin menilai, Indonesia memiliki potensi ekonomi jangka panjang yang signifikan serta peluang untuk mengembangkan pasar modal yang lebih dalam, lebih inklusif, tangguh, dan berdaya saing secara internasional. Guna mewujudkan potensi ini, perlu membutuhkan komitmen bersama dari regulator, bursa, perusahaan tercatat, perantara, profesional investasi, dan para investor. " Kredibilitas dan daya saing jangka panjang pasar modal Indonesia tidak hanya diukur dari klasifikasi indeks, volume perdagangan, maupun kinerja pasar jangka pendek, melainkan dari tingkat efisiensi dan integritas pasar itu sendiri," tutupnya. 

Berpedoman pada Code of Ethics and Standards of Professional Conduct dari CFA Institute, CFA Society Indonesia menyatakan kesiapannya untuk terus berkontribusi aktif melalui edukasi profesional, kepemimpinan pemikiran (thought leadership), serta kolaborasi erat bersama regulator dan pelaku industri demi mewujudkan pasar modal Indonesia yang dalam, inklusif, tangguh, dan berdaya saing internasional.