CFX Crypto Conference Berujung Pembekuan, Ini Reaksi COIN

Pengurus Indokripto kala mengikuti seremoni pencatatan perdana saham perseroan di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indokripto Koin Semesta (COIN) menjadi pesakitan otoritas pasar modal indonesia. Itu menyusul lonjakan saham di luar nalar. Saham perseroan mengalami Auto Rejection Atas (ARA) secara beruntun edisi Jumat, 22 Agustus 2025, dan Senin, 25 Agustus 2025.
Efeknya, saham perseroan dalam tempo dua hari meroket 55,55 persen menjadi Rp2.380 per helai. Artinya, telah melonjak sekitar 850 poin dari penutupan perdagangan Kamis, 21 Agustus 2025 di level Rp1.530 per eksemplar.
Kalau dikalkulasi sejak initial public offering (IPO) pada Juli lalu, saham Indokripto telah melangit 2.280 persen dari harga perdana di posisi Rp100 per helai. Data dan fakta tersebut, membuat operator pasar modal yaitu Bursa Efek Indonesia mengambil tindakan sepadan dengan membekukan (suspensi) saham perseroan.
Adakah relasi lompatan saham itu dengan tindakan Central Financial X (CFX), anak usaha perseroan yang melaksanakan kegiatan CFX Crypto Conference di Bali, pada 21 Agustus 2025? Manajemen Indokripto menegaskan kegiatan CFX Crypto Conference dilakukan dalam bentuk fireside chat, dan diskusi panel mengenai perkembangan di industri kripto.
”Tidak terdapat materi yang dipaparkan di dalam acara tersebut yang terkait dengan perseroan dan/atau entitas anak secara spesifik,” tegas Ade Wahyu, Direktur Utama Indokripto Koin Semesta.
Ade melanjutkan, dalam kegiatan CFX Crypto Conference, tidak ada pengumuman kemitraan strategis, produk baru, atau aksi korporasi bersifat material dari perseroan. Adapun sesi fireside chat dibentuk sebagai ruang diskusi mendalam sekaligus untuk menghimpun pandangan langsung dari para pemimpin industri aset kripto dalam memperkuat peran untuk membentuk ekosistem terpercaya, dan kompetitif.
Salah satu topik menjadi pembahasan utama bagaimana Indonesia dapat meningkatkan daya saing di panggung global agar mampu menarik investasi asing berkualitas tinggi masuk ekosistem aset kripto Indonesia. Pembahasan dari berbagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) mengenai use case Aset Kripto kedepannya untuk payments, remittance, staking hingga borrowing atau lending berpotensi untuk meningkatkan daya saing industri aset kripto Indonesia, dan juga kedaulatan mata uang rupiah.
Selanjutnya, perseroan masih mengkaji masukan dari para pemangku kepentingan termasuk pedagang aset keuangan digital, regulator, kementerian, dan legislator dari kegiatan CFX Crypto Conference tersebut. Belum ada agenda konkrit, baik roadmap pengembangan ekosistem, implementasi teknologi, ataupun kerja sama internasional yang akan dilakukan perseroan. (*)
Related News

Emiten Prajogo (PTRO) Tarik Pinjaman Rp2,5 T, Telisik Alokasinya

Belum Ada Investor Strategis, MSIN Beber Private Placement Jumbo

Drop 38 Persen, Laba BSSR Paruh Pertama 2025 Sisa USD49,67 Juta

BEI Sorot Private Placement, BULL Berdalih Begini

Prospektif! Saham PIPA Keluar dari FCA

JTPE Optimistis Kinerja Kinclong, Telisik Ini Sebabnya