EmitenNews.com - Lonjakan penjualan mendorong mesin laba PT Cisadane Sawit Raya Tbk. (CSRA) sepanjang 2025, dengan pertumbuhan relatif seimbang antara top line dan bottom line.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis di Bursa Efek Indonesia Jumat (27/3/2026), laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp268,77 miliar pada 2025, meningkat 25,09 persen secara year on year (yoy) dibandingkan Rp214,85 miliar pada 2024.

Kemudian di sisi pendapatan, CSRA mengumpulkan penjualan sebesar Rp1,88 triliun atau melonjak 77,36 persen yoy dari Rp1,06 triliun. Kenaikan ini diiringi beban pokok penjualan yang juga terkerek naik 111,12 persen yoy menjadi Rp1,23 triliun dari Rp582,89 miliar.

Meski beban tumbuh lebih agresif, laba bruto tetap meningkat 35,84 persen yoy menjadi Rp657,22 miliar dari Rp483,86 miliar, mencerminkan masih terjaganya margin di tengah ekspansi usaha.

Kinerja operasional turut menopang pertumbuhan laba, tecermin dari laba sebelum pajak (EBITDA) yang naik 30,49 persen yoy menjadi Rp378,00 miliar dari Rp289,68 miliar.

Sementara itu, laba per saham dasar dan dilusian meningkat menjadi Rp133 dari Rp100.

Menengok sisi neraca, total aset perseroan bertambah 12,00 persen menjadi Rp2,52 triliun dari Rp2,25 triliun. Liabilitas naik 10,21 persen menjadi Rp1,05 triliun dari Rp952,71 miliar, sedangkan ekuitas tumbuh 13,18 persen menjadi Rp1,46 triliun dari Rp1,29 triliun.

Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini, pada intraday perdagangan Jumat (27/3) saham CSRA tercatat menurun 1,08 persen setara 10 poin di level/posisi Rp915.