EmitenNews.com - PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) kembali membukukan pendapatan meningkat di semester I 2026. Jumlahnya tumbuh 11,8% menjadi Rp81,81 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp73,16 miliar.

Sebelumnya, di kuartal II COCO telah membukukan peningatan pendapatan (revenue) sebesar Rp38,37 miliar, tumbuh 4,3% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp36,79 miliar.

Direktur Utama COCO, Sugianto Soenario mengatakan pertumbuhan pendapatan tersebut mencerminkan keberlanjutan permintaan pasar terhadap portofolio perseroan, sekaligus menunjukkan efektivitas strategi penguatan bisnis yang dijalankan.

Selain itu, semakin luasnya aktivitas distribusi, penguatan penetrasi produk di pasar domestik, serta pengembangan pasar ekspor sebagai strategi diversifikasi sumber pertumbuhan perseroan juga mendorong meningkatnya perolehan pendapatan.

Pada Semester I 2026, COCO juga membukukan EBITDA sebesar negatif Rp10,54 miliar. Setelah dilakukan penyesuaian atas sejumlah beban non-recurring (one-off expenses), Adjusted EBITDA tercatat sebesar negatif Rp9,71 miliar.

“Hasil ini menunjukkan bahwa transformasi yang kami jalankan selama lebih dari satu tahun terakhir kini mulai memberikan dampak terhadap kinerja Perseroan,” ujar Sugianto dalam keterangan resmi, Senin (10/8).

Sejalan dengan itu, COCO juga telah merampungkan Penawaran Umum Terbatas III (PUT III) yang berhasil menghimpun dana sebesar Rp1,28 triliun. Seluruh saham yang ditawarkan terserap sepenuhnya, dengan pemesanan saham tambahan yang mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 2,65 kali dari sisi saham yang tidak dilaksanakan oleh pemegang HMETD.

Ke depan, COCO memfokuskan langkahnya pada sejumlah pilar strategis untuk menuntaskan transformasi menuju platform cokelat ke FMCG dengan jangkauan regional. Sinergi bisnis dan portofolio produk dengan Bibica Corporation dan Momogi Group sesuai tahapan yang telah direncanakan, langkah yang membuka akses ke portofolio merek FMCG serta pasar konsumen Vietnam melalui jaringan Bibica. Kedua, memperkuat lini bisnis inti cokelat melalui merek Schoko, D’Lanier, dan Winfil. Ketiga, mengoptimalkan kapasitas pabrik baru serta melanjutkan inisiatif efisiensi operasional untuk mendukung pemulihan margin.

“Dengan kinerja operasional yang terus membaik, dukungan investor yang telah teruji melalui keberhasilan rights issue, dan fundamental bisnis yang semakin kuat, Win&Co Group optimistis melangkah ke babak pertumbuhan berikutnya memperluas portofolio produk, memperkuat skala bisnis, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham,” pungkas Sugianto.