Danantara Ungkap Komisaris Ikutan Poles Laporan Keuangan BUMN
:
0
Ilustrasi Wisma Danantara Indonesia. Dok. Sekretariat Negara.
EmitenNews.com - Komisaris perusahaan negara yang mestinya menjadi pengawas, malah ikutan mendukung perbuatan lancung. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengungkap bobroknya perusahaan BUMN yang melibatkan peran Komisaris. Laporan keuangan yang dipercantik, atau dipoles oleh jajaran direksi, dan manajemen kerap kali mendapat dukungan dari Komisaris.
"Komisaris kan fungsinya pengawasan. Tapi, kami lihat yang dulu-dulu, komisaris ikut mendorong supaya profitnya tinggi tapi dengan cara apa? Dengan istilahnya itu mempercantik buku," ujar Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani dalam acara HIPMI-Danantara Business Forum 2025 di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Komisaris yang hanya berperan sebagai pengawas tidak memiliki keharusan untuk menciptakan laporan keuangan yang bagus. Namun, Komisaris dapat memperoleh bonus melalui tantiem jika laporan keuangan perusahaan mencatat kinerja cemerlang. Hal itu yang membuka celah Komisaris terlibat dalam kejahatan fraud.
"Mempercantik buku, misalnya laporan keuangannya dibedakin, supaya lebih cantik, malah kadang-kadang berani melakukan fraud," urai Menteri Investasi dan Kepala BKPM tersebut.
Fakta itu juga yang menjadi alasan pengurangan jumlah Komisaris dan penghapusan bonus tantiem. Dalam soal ini, Presiden Prabowo Subianto tegas meminta penghapusan bonus itu, dan sekaligus memberantas praktik korupsi.
Dengan semangat itu, Danantara akan melakukan koreksi terhadap beberapa laporan keuangan perusahaan BUMN termasuk perusahaan beraset besar. Pemeriksaan tersebut dilakukan karena ada sejumlah laporan keuangan perusahaan pelat merah yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
"Tahun depan saya akan melakukan koreksi beberapa buku perusahaan BUMN, termasuk yang besar-besar, karena pelaporannya tidak sesuai dan tidak benar," ucap mantan Ketua Umum Kadin Indonesia tersebut.
Rosan menegaskan, seluruh perusahaan negara yang berada di bawah Danantara dilarang mempercantik laporan keuangan demi terlihat untung. Ia memastikan, tidak ada lagi BUMN yang melakukan hal-hal mempercantik buku atau kelihatan profitnya bersar, tapi bagi dividennya harus pinjam duit dulu.
Danantara menjamin penunjukan direksi tidak satupun diintervensi presiden
Sebelumnya dalam special talkshow nota keuangan dan RAPBN 2026, Jumat (15/8/2025), COO Danantara, Dony Oskaria buka suara soal pola penunjukan direksi dan komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini.
Related News
Harga Emas Global Kembali Turun, Segini Harga Emas Antam
Harga Minyak Melonjak Lebih dari 7% Jelang Pertemuan Fed
Industri Pembiayaan Masih Didominasi Otomotif, Segini Angkanya
Sektor Komunikasi dan Keuangan Bawa Saham Singapura ke Rekor Baru
Rupiah Sempat Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Sinyal Bahaya?
Rupiah Jebol 18.000, BI Janji Intervensi Pasar Valas





