Dari Cetak Laba ke Waspada: Konflik Timur Tengah Bayangi Kinerja YPAS
:
0
PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS)
EmitenNews.com - PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) mengungkap dampak serius konflik Timur Tengah terhadap bisnis perseroan, mulai dari lonjakan harga bahan baku hingga penurunan pesanan dari pelanggan.
Dalam penjelasannya kepada Bursa Efek Indonesia, Selasa (14/4/2026), Rinawati, Direktur Keuangan YPAS, menyebut perang di kawasan tersebut memicu kelangkaan pasokan polypropylene (PP), bahan baku utama kemasan, di pasar domestik.
Gangguan rantai pasok global membuat harga bahan baku melonjak tajam dan memaksa perseroan menyesuaikan harga jual. Kondisi ini berdampak langsung pada pelanggan dari berbagai sektor, mulai dari semen, beras, tepung, gula hingga tambang, yang memilih menahan pembelian karena harus menghitung ulang biaya produksi mereka.
Akibat tekanan itu, YPAS mulai melihat penurunan kuantitas permintaan untuk semester kedua 2026. Konsumen kini cenderung membeli karung kemasan hanya sesuai kebutuhan, bukan lagi dalam volume besar seperti sebelumnya.
"Kenaikan harga bahan baku juga diperparah oleh naiknya biaya bahan pendukung seperti tinta, solvent, film OPP, dan inner liner," jelasnya.
Langkah antisipasi
Untuk meredam dampak krisis, YPAS kini menjalankan strategi bertahan dengan menaikkan harga jual secara bertahap, menjaga pasokan produksi tetap stabil, serta memperketat pengelolaan kas melalui skema uang muka pelanggan dan percepatan termin pembayaran.
Namun jika konflik berkepanjangan, tekanan terhadap penjualan diperkirakan masih akan berlanjut.
2025, Balikkan rugi jadi laba
Manajemen YPAS melaporkan Perseroan mencetak laba Rp5,5 miliar pada 2025, berbalik dari rugi Rp4,3 miliar tahun sebelumnya.
Related News
Dua Anak Usaha Singaraja Putra (SINI) Raih Proyek Jumbo Rp57 Triliun
Terungkap Mengapa Saldo Kas ADCP Turun 49,31% dalam 3 Bulan
Saham BUMI Paling Ramai Ditransaksikan di Bursa, Ada Apa?
Emiten Dato Sri Tahir Ini Dipantau Khusus, BEI Minta Investor Waspada
Alami Kinerja Berbalik, PP Properti (PPRO) Catat Rugi Rp201 Miliar
Raih Penjualan Rp879 Miliar, Mari Cek Kondisi Garuda Metalindo (BOLT)





