Dari Fokus ke Vanili, Kinerja Adore Terangkat Berkat Kakao
:
0
Baru setahun menggarap komoditas kakao, setelah sebelumnya fokus ke vanili, PT Adore Rempah Indonesia (Adore) sudah berhasil melakukan ekspor produk olahan kakao dan cokelat ke Prancis.(Foto: Kemenperin)
EmitenNews.com - Baru setahun menggarap komoditas kakao, setelah sebelumnya fokus ke vanili, PT Adore Rempah Indonesia (Adore) sudah berhasil melakukan ekspor produk olahan kakao dan cokelat ke Prancis.
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita berharap ekspor perdana ini menjadi momentum penting dalam memperkuat penetrasi produk olahan pangan Indonesia ke pasar Eropa, sekaligus mencerminkan meningkatnya kapasitas industri dalam negeri dalam memenuhi standar mutu dan kebutuhan pasar internasional.
Menperin menyampaikan keberhasilan ekspor perdana ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku industri agro lainnya untuk terus meningkatkan kualitas produk, inovasi, serta memperluas jaringan pemasaran ke mancanegara.
“Kami memacu semakin banyak industri nasional yang mampu menembus pasar ekspor melalui produk hilir bernilai tambah, sehingga memberikan kontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya di Jakarta, Senin (20/4)
Semula Fokus Vanili
Sebelumnya, Adore telah berkomitmen sejak tahun 2022 untuk menghadirkan produk olahan agro-industri berkualitas tinggi dari Indonesia ke pasar global secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Dalam tiga tahun terakhir, perusahaan ini telah menunjukkan kinerja yang positif dengan peningkatan skala usaha hampir dua kali lipat pada tahun 2023 dan kembali tumbuh dua kali lipat pada tahun 2024. Bahkan, dalam dua bulan pertama tahun 2025, capaian pendapatan perusahaan telah melampaui total pendapatan sepanjang tahun sebelumnya. Setelah sebelumnya berfokus pada vanili, pada 2025 Adore mulai mengembangkan unit pengolahan kakao.
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika, menyampaikan bahwa ekspor perdana olahan kakao ini merupakan wujud nyata dari penguatan hilirisasi industri kakao nasional.
“Ekspor cocoa butter dan white chocolate ke pasar Prancis ini menunjukkan bahwa industri pengolahan kakao Indonesia semakin mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dan berdaya saing global. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memacu hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan oleh Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Merrijantij Punguan Pintaria bahwa penguatan hilirisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan ekspor, tetapi juga memberikan efek berganda bagi sektor hulu, khususnya petani kakao.
“Kami terus mendorong keterpaduan antara sektor hulu dan hilir agar tercipta rantai pasok yang berkelanjutan, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, termasuk peningkatan kesejahteraan petani kakao,” pungkasnya.
Kemenperin berharap keberhasilan ini dapat menjadi contoh bagi pelaku industri lainnya untuk terus meningkatkan kualitas produk, inovasi, serta penetrasi pasar ekspor. Pemerintah juga akan terus memberikan dukungan melalui kebijakan, fasilitasi, dan penguatan ekosistem industri guna mendorong pertumbuhan ekspor produk olahan kakao dan cokelat Indonesia.(*)
Related News
Mulai 1 Juli Stop Impor Solar, Siap-Siaplah Pakai Ini
IPOT Aplikasi Saham Terbaik, Telisik Ini Kuncinya
IHSG Dibuka Turun 0,9 Persen, Sentimen MSCI dan Minyak Tekan Pasar
Konflik Memanas, IHSG Susuri Zona Merah
IHSG Sideways, Akumulasi Saham IMPC, BRMS, TAPG, DNSG, dan SMDR
Patenkan Posisi 7.594, IHSG Rawan Koreksi Lanjutan





