BUMN Tawarkan 32 Proyek Infrastruktur ini ke Investor Jepang
:
0
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan dalam acara Indonesia-Japan Infrastructure and Transportation Business Forum and Business Matching 2026 di Jakarta pada Selasa, 4 Agustus 2026.
EmitenNews.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terus memperkuat kerja sama strategis dengan Jepang di bidang infrastruktur. Komitmen ini diwujudkan dengan menawarkan 32 proyek investasi strategis milik sembilan BUMN dan BUMD kepada para investor asal Negeri Sakura.
Peluang investasi tersebut disampaikan dalam acara Indonesia-Japan Infrastructure and Transportation Business Forum and Business Matching 2026 di Jakarta pada Selasa, 4 Agustus 2026. Puluhan proyek yang ditawarkan mencakup sektor jalan tol, kawasan hunian, properti komersial, perkeretaapian, pelabuhan, hingga fasilitas fabrikasi baja.
"Kerja sama Indonesia dan Jepang di bidang infrastruktur bukan sekadar sebuah cita-cita, melainkan telah menjadi rekam jejak yang nyata," ungkap Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan.
Ferry menjelaskan bahwa infrastruktur penopang ekonomi Indonesia saat ini, mulai dari pelabuhan hingga transportasi perkotaan, tidak terlepas dari kontribusi teknologi dan pembiayaan Jepang. Penawaran proyek baru ini ditujukan untuk mendukung percepatan pembangunan nasional sekaligus mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada tahun 2029.
Kondisi fundamental ekonomi Indonesia juga dinilai sangat mendukung masuknya investasi asing. Pada semester pertama tahun 2026, ekonomi nasional mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,61 persen dengan inflasi yang terjaga di angka 3,34 persen secara tahunan. Selain itu, realisasi investasi nasional telah melampaui angka Rp1.010 triliun.
Dukungan diplomatik turut memperkuat hubungan kedua negara. Direktur Asia Timur Kementerian Luar Negeri Arifianto Sofiayanto menyampaikan bahwa kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang pada akhir Maret 2026 berhasil mengamankan komitmen investasi baru bernilai sekitar USD23,63 miliar.
Jepang sendiri terus bertahan sebagai salah satu dari empat investor terbesar di Indonesia. Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi Jepang di Indonesia saat ini telah mencapai sekitar USD1,89 miliar. Untuk menarik lebih banyak investor, pemerintah menyediakan berbagai kemudahan serta insentif perpajakan seperti tax allowance dan super tax deduction.
Melalui penjajakan awal ini, pemerintah berharap para pemilik proyek BUMN dan BUMD dapat segera merealisasikan kemitraan konkret dengan investor Jepang. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat transfer teknologi, membuka lapangan kerja berkualitas, serta memperkuat daya saing infrastruktur di Indonesia.(*)
Related News
Bahlil Pastikan Bukan Pasokan Energi Penyebab Pemadaman Listrik
IHSG Lanjut Menguat di Awal Sesi Rabu (5/8) Dibuka Naik ke Level 6.338
AS Mau Tutup Konsulat Medan dan 5 Misi Global, Ada Apa?
IHSG Lanjut Melenting, Sapu Saham BBCA, BBRI, BMRI, dan MEDC
Proyeksi IHSG (5/8), Lanjut Menguat Cermati Analisis Saham Ini
Jelang Rilis PDB, IHSG Diramal Lanjut Menguat





