Dekati Penetapan DPS Rights Issue, Investor China Lepas 75 Juta Saham OMRE
EmitenNews.com—First Pacific Capital Group Limited sebagai investor dari negeri China, diketahui telah melepas sebanyak 75 juta lembar saham PT PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE), sehingga penguasaan yang sebelumnya mencapai 78,24% (1,36 miliar lembar) menyusut menjadi 73,94% (1,29 miliar lembar). Aksi lepas saham hanya berselang beberapa hari menjelang tanggal penetapan daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas rights issue yang tengah digelar Perseroan.
Data Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI ) mengungkap perubahan persentase kepemilikan itu lewat rilis kepemilikan saham tertentu lebih 5% semua emiten per 21 Desember 2022, yang diunggah di situs BEI pada Kamis (22/12).
Tak dijelaskan detail pelepasan saham First pacific tersebut, termasuk soal waktu dan harga. Namun dari rilis Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom pada 5 Desember, disebutkan bahwa per 30 November, First Pacific masih memegang 78,24% saham OMRE, selebihnya dipegang oleh publik dengan kepemilikan di bawah 5%.
OMRE dalam bulan ini telah memulai proses rights issue, dengan rencana menerbitkan sebanyak 1.200.211.000 saham baru. Perseroan telah mendapat persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan rights issue melalui RUPS pada 14 Oktober 2022. Harga rights issue ditetapkan Rp200/saham dengan harga pelaksanaan Rp500/saham. Tiap 5000 pemegang saham lama yang mana tercantum dalam DPS per 27 Desember berhak atas 3439 saham rights issue.
Adapun dana hasil rights issue akan dipakai untuk pelunasan utang perseroan kepada PT Manning Development. Berikut jadwal rights issue OMRE:
Tanggal efektif 15 Desember 2022
Tanggal DPS yang berhak atas rights issue 27 Desember 2022
Tanggal Cum rights issue di pasar reguler dan pasar negosiasi 23 Desember 2022
Tanggal Ex rights issue di pasar reguler dan pasar negosiasi 26 Desember 2022
Tanggal Cum rights issue di pasar tunai 27 Desember 2022
Tanggal Ex rights issue di pasar tunai 28 Desember 2022.
Tanggal distribusi rights issue 28 Desember 2022
Related News
Wilmar Ungkap Dampak Penutupan Selat Hormuz, Berpotensi Ganggu Kinerja
Didorong Bisnis Logistik, Laba ASSA Melonjak 81 Persen Pada 2025
CBPE Tambah Anak Usaha, Garap Bisnis Serviced Apartment
Jelang Lebaran, Trafik Tol Jasa Marga Tembus 1,31 Juta Kendaraan
Tanpa Penjualan Aset, Laba APLN Melemah di 2025
Emiten Grup Emtek (SAME) Geber MESOP Tahap IV Sebanyak 8,75 Juta Saham





