EmitenNews.com - Dalam acara Japan-Indonesia Business Forum, di Tokyo, Senin (30/3) Presiden Prabowo Subianto menyoroti pentingnya percepatan transformasi energi di tengah dinamika geopolitik global yang semakin tidak menentu. Terkait dengan ini Pemerintah Indonesia akan memperbesar pengembangan energi baru terbarukan, mulai dari energi surya, panas bumi, hingga bioenergi, untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

"Dalam tiga tahun, kita ingin mencapai 100 gigawatt energi surya. Bagi kami, ini semakin mendesak karena situasi yang kita lihat. Situasi geopolitik di Timur Tengah menimbulkan ketidakpastian strategis bagi keamanan energi kita," ujar Prabowo.

Presiden Prabowo juga menegaskan komitmen untuk memperkuat program biofuel, baik melalui peningkatan campuran biodiesel berbasis minyak sawit maupun pengembangan bioetanol dari berbagai bahan baku domestik. Di sisi lain, transformasi menuju kendaraan listrik turut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk menekan konsumsi bahan bakar fosil di dalam negeri.

Forum bisnis tersebut menjadi momentum penting bagi Indonesia dan Jepang untuk memperkuat kerja sama di bidang teknologi, investasi, dan industri energi berkelanjutan. Dari sisi pemerintah, arahan Prabowo sekaligus menjadi landasan bagi Kementerian ESDM untuk memastikan transformasi ekonomi Indonesia berjalan lewat hilirisasi yang kuat dan transisi energi yang nyata.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus melangkah naik ke rantai nilai yang lebih tinggi melalui industrialisasi dan pengelolaan sumber daya alam yang memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat. Ia menyoroti pentingnya menjaga nilai ekonomi sumber daya strategis agar tidak berhenti pada ekspor bahan mentah semata.

"Kita harus naik ke rantai nilai yang lebih tinggi. Indonesia ingin melakukan industrialisasi. Kita ingin kualitas hidup yang baik bagi rakyat kita. Kita ingin menghapus kemiskinan. Kita ingin menghapus kelaparan," jelas Prabowo.

Prabowo juga mengingatkan bahwa pengelolaan mineral harus dilakukan dengan prinsip keberlanjutan dan orientasi jangka panjang. Menurutnya, sumber daya alam Indonesia harus memberi nilai tambah sebesar-besarnya bagi bangsa, sekaligus dijaga untuk generasi mendatang.

"Kita harus melindungi sumber daya kita. Kita harus mengamankan nilai ekonomi tertinggi dari sumber daya kita. Kita tidak bisa lagi puas dengan mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah. Mineral kritis kita adalah aset strategis. Mineral kita harus dilindungi untuk generasi masa depan rakyat kita," tegas Prabowo.(*)