Di Pabrik BYD yang Dituduh Lakukan Perbudakan, Produksi NEV ke-100.000
:
0
Pabrik BYD di Brasil merayakan pencapaian produksi lokal NEV sebanyak 100.000 unit. Foto: BYD
EmitenNews.com - Raksasa produsen kendaraan listrik BYD meluncurkan kendaraan energi baru (NEV) ke-100.000 di pabriknya di Brasil. Ini menandai tonggak baru dalam upaya lokalisasi produsen NEV asal China ini di Amerika Selatan.
Menurut pernyataan resmi BYD sebagaimana dikutip Cnevpost, Sabtu (18/7/2026) kendaraan produksi ke-100.000 tersebut, adalah BYD Seagull atau Atto 1 , keluar dari jalur produksi pada, Jumat 16 Juli waktu setempat.
“Sementara itu, jumlah tenaga kerja di pabrik tersebut telah melampaui 5.500 karyawan, seiring BYD mempercepat perluasan kapasitas dan penciptaan lapangan kerja lokal,” kata BYD dalam pernyataannya.
Seagull berganti nama menjadi Dolphin Mini di Brasil dan Meksiko. Di Eropa, model ini dijual sebagai Dolphin Surf. Sementara di Indonesia dipasarkan dengan nama Atto 1.
BYD sedang berupaya mengubah pabrik Camacari menjadi basis industri energi baru modern yang dirancang untuk masa depan, kata Li Tie, manajer umum anak perusahaan BYD di Brasil.
Isu Perbudakaan
Di pabrik Camacari akhir tahun 2024 ramai menjadi pembicaraan dunia. Sebanyak 163 warga negara China bekerja dalam "kondisi seperti perbudakan" di lokasi konstruksi untuk pabrik milik BYD. Pejabat Brasil menemukan kondisi menyedihkan tersebut di konstruksi pabrik BYD yang berlokasi di negara bagian Bahia, Brasil.
Seperti diberitakan Republika.co.id, Selasa (24/12/2024), Kantor kejaksaan ketenagakerjaan Brasil dalam konferensi pers Senin (24/12/2024) menyebutkan para pekerja tersebut dipekerjakan dari Tiongkok oleh perusahaan lain dan dibawa ke Brasil secara tidak teratur. “Mereka bekerja selama berjam-jam, melebihi jam kerja yang diizinkan oleh hukum Brasil,” kata inspektur ketenagakerjaan Brasil, Liane Durao.
BYD membantah tuduhan melakukan perbudakan dalam proses membangun pabriknya di Brasil dan mengambil tindakan tegas terhadap kontraktor yang bertanggung jawab terhadap pabrik tersebut.
Dua tahun enam bulan berlalu dari isu perbudakan, kini pabrik BYD Camacari justru menjadi salah satu andalan menjadi tempat mencari nafkah masyarakat negara itu.
Related News
Denza D9 Tambah Varian PHEV, Harga Turun
Wuling Luncurkan SUV PHEV Terbaru, Panjang 5 Meter Rp200 Jutaan
Bukan Sekadar Kerja, ini Cara Danamon (BDMN) Manjakan Talentanya
Rajai Daftar Mobil Terlaris di RI, Innova Kokoh di Puncak Gusur Avanza
Geely EX2 Diluncurkan di Australia, Harga Lebih Mahal Rp388 Juta
Meta Hentikan Fitur AI Instagram Setelah Protes Privasi





