EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan pertama perdagangan di awal tahun 2022 kemarin, berhasil menguat 1,27% atau naik 83,826 point ke level 6.665,308. Kenaikan IHSG didorong adanya pembelian bersih investor asing atau net buy sebesar Rp344 miliar. Akankah January Effect segera membawa IHSG menuju 6750-6800?


IHSG hari ini masih berpotensi menguat dengan perkiraan support di level 6620 hingga 6610. Adapun untuk posisi resistance diperkirakan ada pada range 6688 hingga 6800, ungkap Liza Camelia Suryanata, Senior Analis Henan Putihrai Sekuritas, Selasa (4/1/2022).


Liza menambahkan, perdagangan pertama IHSG di tahun 2022 langsung unjuk gigi menembus Resistance 6620 yang sudah dinantikan sejak menjelang akhir tahun lalu (dengan demikian level tsb menjadi Support terdekat saat ini). Walau sayangnya break out ini kurang disertai Volume tinggi namun setidaknya prestasi ini diharapkan mampu membuat IHSG maju terus pantang mundur menuju TARGET berikut di level 6688, ataupun mencoba break record High 6750 up to 6800 (Resistance dari trend Sideways ini). 


"Para investor atau trader diperkenankan menambah posisi portofolio pada saham-saham yang break Resistance maupun rebound dari Support," kata Dia.


Bursa AS Senin (3/1) ditutup menguat, didorong oleh kenaikan saham Apple dan Tesla. Hasil kuartalan Tesla yang melebihi estimasi analis membuat saham Tesla naik 12,4%. Kemudian, kekhawatiran para investor mengenai dampak varian Omicron juga turut mereda, bahkan ketika kasus COVID-19 naik. Perkembangan terakhir terkait upaya perlawanan covid datang dari Pfizer dan BioNtech. Kedua perusahaan tersebut telah mendapat persetujuan untuk vaksin anak umur 12 hingga 15. 


Di sisi lain, ribuan sekolah di US menunda jadwal masuk sekolah atau bahkan kembali menerapkan pembelajaran online, sejalan dengan naiknya kembali kasus COVID-19 akibat varian Omicron. Selain itu, harga minyak naik, meskipun OPEC+ diperkirakan berencana untuk menaikkan pasokan. Brent crude naik menjadi $78.98 per barrel. 


ASII Rekomendasi: Buy, Entry Level: 5725; Target : 5925-6050 / 6350-6450; 

Stoploss: 5550.


CTRA Rekomendasi: Buy, Entry Level: 995-985; Target: 1050-1060 / 1080; Stoploss: 960.


BSDE Rekomendasi: Buy, Entry Level: 1045 Target: 1085 /1215-1225; Stoploss: 1010


GJTL Rekomendasi: Buy Entry Level: 670;Target:685-690/ 700-710 Stoploss: 655.


Adapun dari dalam negeri, issue mengenai pelarangan ekspor batubara, apabila stok pasukan PLN sudah mencukupi untuk kebutuhan dalam negeri baru pelarangan akan dikaji ulang dan company boleh ekspor ke luar negeri. Nantikan rencana corporate action sejumlah emiten seperti : BUKA yang mulai melirik bisnis bank digital via BBHI , Right Issue WSKT jadi pelopor di kalangan BUMN karya lainnya untuk sehatkan kinerja keuangan. Penambahan Modal Negara ini diharapkan mampu mengurangi beban keuangan, di sisi lain menambah modal kerja untuk pembangunan proyek-proyek sehingga nantinya bisa lebih cepat di-divestasi via SWF. Perusahaan semen dalam negeri seperti SMGR, SMBR dalam pembicaraan untuk membentuk Holding company dan pelaksanaan right issue di kuartal 2 atau 3 tahun ini.