Didukung Prospek Infrastruktur Digital, Fundamental BACH Lebih Menarik
:
0
Ilustrasi PT Bach Multi Global Tbk (BACH). Dok. Bach Multi Global.
EmitenNews.com - Meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital nasional menjadikan PT Bach Multi Global Tbk (BACH) memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang masih terbuka lebar. Meski pergerakan saham perseroan pascapenawaran umum perdana (IPO) tidak seagresif sejumlah emiten lain, analis menilai fokus utama investor seharusnya pada kekuatan fundamental dan model bisnis Perseroan.
Dalam keterangannya Jumat (31/7/2026), Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Alif mengatakan bahwa pola pergerakan saham setelah IPO merupakan hal wajar karena dipengaruhi mekanisme pasar. Ia menilai BACH justru menunjukkan karakter perusahaan yang lebih mengedepankan pembangunan bisnis dibanding mengejar sentimen jangka pendek.
Yang lebih penting bagaimana perusahaan mampu menciptakan nilai secara berkelanjutan. Dari sisi fundamental, BACH berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan hampir 40% menjadi Rp1,73 triliun pada 2025, sedangkan laba bersih meningkat hampir dua kali lipat menjadi sekitar Rp155 miliar.
“Itu menunjukkan pertumbuhan bisnis yang didukung kinerja operasional, bukan sekadar momentum pasar," ujar Alif.
Masih terdapat persepsi yang belum sepenuhnya tepat mengenai model bisnis BACH. Satu hal, sebagian investor masih mengidentikkan Perseroan sebagai perusahaan penyedia generator set (genset), padahal ruang lingkup usahanya telah berkembang menjadi penyedia solusi infrastruktur yang terintegrasi.
Selain menjalankan bisnis penjualan dan penyewaan genset, BACH juga memiliki lini usaha konstruksi, instalasi, pemeliharaan, serta managed service untuk infrastruktur telekomunikasi. Layanan tersebut mencakup pembangunan BTS, pekerjaan civil mechanical electrical (CME), fiber optic deployment, preventive dan corrective maintenance, hingga mobile backup power. Diversifikasi tersebut dinilai membuat sumber pendapatan Perseroan menjadi lebih seimbang karena mengombinasikan proyek baru dengan pendapatan berulang (recurring income).
Prospek BACH Makin Ditopang Meningkatnya Investasi Sektor Telekomunikasi
Alif melihat prospek BACH akan semakin ditopang oleh meningkatnya investasi pada sektor telekomunikasi, perluasan jaringan 5G, fiberisasi, serta pertumbuhan industri data center di Indonesia. Semakin tinggi konsumsi data, semakin besar kebutuhan terhadap infrastruktur pendukung. Tidak hanya pembangunan jaringan, tetapi juga kebutuhan backup power, maintenance, dan layanan operasional. Di sinilah posisi BACH menjadi menarik karena berada di salah satu bagian penting dari rantai nilai infrastruktur digital.
Masuknya BACH dalam ekosistem Grup Djarum juga berpotensi memperkuat posisi kompetitif Perseroan. Kehadiran Global Telekomunikasi Prima sebagai pengendali dinilai membuka peluang sinergi yang lebih luas dengan berbagai perusahaan di ekosistem digital Grup Djarum, seperti Protelindo, TOWR, SUPR, hingga iForte.
Selain telekomunikasi, peluang ekspansi BACH masih terbuka pada sektor lain yang membutuhkan keandalan pasokan listrik, seperti data center, manufaktur, kawasan industri, pertambangan, hingga proyek-proyek infrastruktur. Dengan pengalaman di bidang solusi daya dan infrastruktur, Perseroan memiliki peluang memperluas pasar tanpa harus keluar dari kompetensi intinya.
Related News
Kantongi Laba Bersih di Q2, Analis Ini Nilai GOTO Lampaui Ekspektasi
Ditengah Tekanan Eksternal, IPCM Bukukan Pendapatan Rp729,68 Miliar
AMRT Cuan Rp2,03 Triliun, Gencar Ekspansi Gerai dan Royal Bagi Dividen
ANTM Genjot Produksi, Penjualan Seluruh Komoditas Kompak Tumbuh
SMBC Indonesia (BTPN) Perkuat Fondasi Bisnis, CASA Melonjak 37 Persen
Produksi CPO Naik, Pendapatan TLDN Tumbuh Jadi Rp2,71T di Semester I





