Direktur UNTR Sempatkan Borong Saham Rp1,09 Miliar Saat Harga Drop ARB
Suasana aktivitas pertambangan di area Martabe milik Agincourt. Foto: Istimewa
EmitenNews.com - Berada di tengah tekanan hebat saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) usai kisruh pencabutan izin tambang emas Martabe, salah satu direksi justru melakukan aksi beli saham.
Direktur UNTR, Iwan Hadiantoro, memanfaatkan momentum ini untuk membeli saham perseroan per Rabu, 21 Januari 2026, bertepatan dengan kondisi saham UNTR yang menyentuh Auto Rejection Bawah (ARB).
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terbit pada Jumat (23/1) Iwan sempat membeli 40.000 lembar saham UNTR di harga Rp27.250 per saham, dengan total nilai transaksi mencapai Rp1,09 miliar.
Aksi borong tersebut dilakukan tanpa skema repurchase agreement dan dengan status kepemilikan langsung, dengan tujuan investasi.
Usai transaksi, kepemilikan saham Iwan meningkat dari 168.100 saham menjadi 208.100 saham, meski porsi hak suaranya masih tercatat 0,00%.
Sebagai informasi, saham UNTR pada perdagangan Rabu (21/1/2026) ambles 14,93 persen atau turun 4.775 poin ke level Rp27.200, setelah sebelumnya dibuka di Rp31.975, seiring sentimen negatif pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) tambang emas Martabe yang diduga menjadi penyebab kebencanaan yang terjadi di Sumatra Utara.
Pada penutupan perdagangan Jumat (23/1/2026), saham UNTR masih melanjutkan koreksi tipis 0,64 persen atau turun 175 poin ke posisi Rp27.275. Padahal, pada saat pembukaan UNTR sempat melejit 1,91 persen setara 575 poin di Rp27.975.
Related News
Right Issue Kantongi Restu, ELPI Bagi Dividen Rp126 Miliar
Kelola Limbah, TOBA Racik Right Issue 1,39 Miliar Lembar
Laba Naik 1.073 Persen, Emiten Hapsoro (BUVA) Defisit Rp1,24 Triliun
BBNI Tabur Dividen Rp13,02 Triliun, Cum Date 17 Maret 2026
TBS Energi (TOBA) Siapkan Right Issue dan Buyback Jumbo
Laba Surplus 127 Persen, SUPA Berselimut Defisit Rp846 Miliar





